Kesehatan

Demam Terjadi karena Stres?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 31 Oktober 2020
Demam Terjadi karena Stres?

Stres dapat mengakibatkan demam (Foto: pixabay/congerdesing)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGARUH stres amat beragam. Stres membuat siklus kehidupan terganggu seperti kurang tidur, sistem pencernaan tidak lancar, hingga mengganggu menstruasi perempuan. Namun, apakah stres dapat menyebabkan demam?

Melansir laman Health, perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, MedlinePlus mengatakan demam terjadi saat suhu tubuh mencapai 37.2-37.5 derajat celcius. Suhu normal tubuh pada umumnya di antara 36-37.2 Celcius.

Baca juga:

Jangan Anggap Sepele Demam Naik-Turun, Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Ini

Dokter di Cleveland Clinic, Donald Ford mengatakan stres dapat menyebabkan beberapa perubahan fisiologis seperti kulit memerah. Meski begitu, stres tidak mengubah suhu inti tubuh.

Di lain sisi, dokter spesialis penyakit dalam dari NYU Langone, Ramiro Jervis memaparkan penyakit demam lebih cenderung terjadi karena infeksi, bukan karena stres.

Kenali suhu tubuh terlebih dahulu (Foto: pixabay/RobinHiggins)

Menurut Ford, secara khusus, menahan stres untuk jangka waktu yang lama dapat melemahkan atau mengubah sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang.

Dengan menurunnya imunitas maka tubuh akan rentan terhadap berbagai 'serangan' dari luar, misalnya virus dan bakteri. Ini berarti memiliki hormon stres yang lebih sedikit dapat menjauhkan tubuh dari penyakit.

Baca juga:

Jangan Keliru, ini Perbedaan Kejang Demam dan Epilepsi

Demam psikogenik seperti yang dipaparkan jurnal Temperature pada 2015 menggambarkan penyakit psikosomatis terkait stres terutama terlihat pada perempuan muda. Penulis jurnal tersebut, Takakzu Oka, menuturkan suhu tubuh inti yang tinggi dapat disebabkan oleh stres psikologis.

"Beberapa pasien mengalami demam tinggi saat mereka dihadapkan pada peristiwa emosional, sedangkan yang lain menunjukkan demam ringan yang terus-menerus berlangsung selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, baik selama atau setelah situasi stres kronis," demikian laporan yang ditulis Oka pada jurnalnya.

konsultasi dengan dokter jika mengalami demam (Foto: pixabay/anhngoc1397)

Pada beberapa orang ketika mengalami kejadian emosional dapat meningkatkan suhu tubuh sampai 40 derajat celcius. Akan tetapi, ada juga orang yang demam ringan terus-menerus dengan suhu 37-38 derajat celcius saat emosinya tidak stabil.

Jadi, stres saat ini belum disebut sebagai faktor utama penyebab demam. Jika demam, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan tepat. Terlebih jika demam disertai gejala lain seperti masalah pencernaan atau sesak napas. (ray)

Baca juga:

Jangan Panik saat Musim Flu, Ini Urutan Gejala COVID-19

#Penyakit #Stres #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan