Dapat Invetasi Rp 141 Triliun di Nikel, Pemerintah Ingin Jadi Basis Produksi Prekursor, Katoda dan Baterai

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 27 menit lalu
Dapat Invetasi Rp 141 Triliun di Nikel, Pemerintah Ingin Jadi Basis Produksi Prekursor, Katoda dan Baterai

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: dok. Kementerian ESDM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com – Pemerintah berjanji mempercepat pengembangan industri hilirisasi mineral agar nilai tambah sumber daya alam Indonesia dapat dinikmati di dalam negeri. Pengembangan industri dari pengolahan mineral hingga produksi komponen baterai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, lima dari 14 smelter terintegrasi yang menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi telah selesai dibangun. Investasi untuk proyek tersebut mencapai 7,8 miliar dolar AS atau Rp 141 triliun.

Tahap berikutnya adalah memperluas pengembangan industri turunan, mulai dari prekursor, katoda, hingga baterai,

jelas Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas mineral. Potensi nikel Indonesia dalam mendukung perkembangan industri hijau dunia.

Baca juga:

Kejagung Sita Rp 401,6 Miliar dari PT CNI Terkait Kasus Korupsi Nikel

Pemerintah ingin Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga menjadi basis produksi berbagai produk bernilai tambah.

Industri pengolahan nikel dan produk turunannya berkembang di dalam negeri sehingga manfaat ekonomi dari sumber daya mineral dapat dirasakan lebih luas,

tutur Bahlil.

Bahlil menegaskan pengembangan pertambangan harus tetap disertai kepatuhan terhadap kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri, reklamasi, serta standar keselamatan kerja.

Di luar hilirisasi, investasi sektor ESDM pada 2025 tercatat mencapai 31,97 miliar dolar AS. Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk memperkuat investasi dan pengembangan industri energi serta mineral.

Upaya hilirisasi juga berjalan beriringan dengan penataan produksi batu bara. Pemerintah memilih meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral daripada sekadar mengejar peningkatan volume produksi.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional, menciptakan aktivitas ekonomi bernilai tambah, serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor ESDM. Keberhasilan program tidak cukup diukur dari perencanaan dan target di atas kertas.

Pemerintah memastikan seluruh rencana strategis benar-benar diwujudkan melalui pelaksanaan yang konkret,

tutup Bahlil yang juga Ketum Partai Golkar ini.
#Nikel #Hilirisasi #Menteri ESDM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dapat Invetasi Rp 141 Triliun di Nikel, Pemerintah Ingin Jadi Basis Produksi Prekursor, Katoda dan Baterai
Pemerintah memilih meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral daripada sekadar mengejar peningkatan volume produksi.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 27 menit lalu
Dapat Invetasi Rp 141 Triliun di Nikel, Pemerintah Ingin Jadi Basis Produksi Prekursor, Katoda dan Baterai
Indonesia
Rosan Ungkap Investasi Hilirisasi Naik Jadi 30 Persen, Total Investasi RI Tembus Rp 1.010,6 Triliun
Rosan melaporkan investasi Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun pada Semester I-2026. Kontribusi hilirisasi naik menjadi 30 persen dari total nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Rosan Ungkap Investasi Hilirisasi Naik Jadi 30 Persen, Total Investasi RI Tembus Rp 1.010,6 Triliun
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meluncurkan program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Indonesia
Prabowo Luncurkan Sejumlah Program Hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park Rp 180 Triliun
Prabowo bertolak dari Jakarta menuju Maluku Utara pada Kamis (8/10) pagi untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 180 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Luncurkan Sejumlah Program Hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park Rp 180 Triliun
Indonesia
Kejagung Sita Rp 401,6 Miliar dari PT CNI Terkait Kasus Korupsi Nikel
Uang tersebut kemudian disita penyidik. Selanjutnya, uang dititipkan ke rekening pemerintah lainnya atau RPL pada Bank Mandiri di bawah JAM-Pidsus. 

Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Kejagung Sita Rp 401,6 Miliar dari PT CNI Terkait Kasus Korupsi Nikel
Indonesia
Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Nikel PT CNI, Kerugian Negara Capai Rp 401,6 Miliar
Kejagung membongkar kasus nikel yang dilakukan PT CNI. Kerugian negara mencapai Rp 401,6 miliar.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Nikel PT CNI, Kerugian Negara Capai Rp 401,6 Miliar
Indonesia
Kejagung Sita Rp 401 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Komoditas Nikel
Saat ini penyidik sedang mengonstruksikan peristiwa pidana dengan kelengkapan alat buktinya untuk menentukan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kejagung Sita Rp 401 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Komoditas Nikel
Indonesia
Penghiliran Nikel Kunci Pengembangan Motor Listrik Nasional
Dengan cadangan nikel yang besar serta kemampuan teknologi dalam negeri, Indonesia dinilai siap membangun rantai pasok baterai motor listrik secara mandiri.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Penghiliran Nikel Kunci Pengembangan Motor Listrik Nasional
Dunia
Maksimalkan 46% Stok Nikel Dunia, Prabowo Gandeng Alva Luncurkan Motor Listrik Nasional
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional Molinas di Cikarang. Indonesia gunakan 46% cadangan nikel dunia untuk baterai, hasil kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Maksimalkan 46% Stok Nikel Dunia, Prabowo Gandeng Alva Luncurkan Motor Listrik Nasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Bagikan