Dana Subsidi MinyaKita Diduga Dikorupsi, Legislator PDIP Minta BPK Turun Tangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 11 Maret 2025
Dana Subsidi MinyaKita Diduga Dikorupsi, Legislator PDIP Minta BPK Turun Tangan

Pemkot Kediri uji takar MinyaKita di Pasar Bandar, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (10/3/2025). ANTARA/ HO-Pemkot Kediri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Sadarestuwati, mendesak pemerintah untuk segera menghitung kerugian negara akibat kasus pengurangan volume (penyunatan) minyak goreng bersubsidi, MinyaKita.

Penghitungan ini dianggap sangat penting karena berkaitan erat dengan proses hukum yang akan dijalani oleh para produsen nakal yang terbukti mengurangi volume minyak goreng tersebut. Terlebih lagi, seluruh proses produksi hingga distribusi MinyaKita ke pasar rakyat menggunakan dana subsidi yang berasal dari pajak rakyat.

"Mari kita awasi bersama. Isu ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena menyangkut hak rakyat, hak konsumen untuk mendapatkan produk sesuai dengan takaran yang dijanjikan," kata Sadarestuwati dalam keterangannya, Selasa (11/3).

Baca juga:

Ekonom: Lemahnya Pengawasan Negara Jadi Biang Kerok Masalah Minyakita

Ia juga mempertanyakan kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Polri yang terlibat langsung dalam proses ini, mengenai jumlah botol MinyaKita yang isinya dikurangi. "Berapa banyak liter minyak yang membuat rakyat merasa dibohongi berulang kali? Ini harus dijelaskan secara rinci. Ini seperti 'sunatan massal' minyak goreng. Sangat memprihatinkan," tegasnya.

Menurutnya, rakyat berhak mengetahui kegagalan proses produksi MinyaKita yang jujur, adil, dan transparan di beberapa produsen nakal. Apalagi, minyak goreng ini merupakan program subsidi pemerintah.

"Ini sangat berbahaya. Takaran minyak subsidi untuk rakyat kecil dicurangi. Presiden Prabowo perlu memberikan arahan khusus kepada para pembantunya. Ini bisa menjadi petaka bagi rakyat. Sudah menggunakan dana subsidi, takarannya dicurangi, harga ecerannya pun naik tinggi. Ini benar-benar merugikan rakyat," lanjut perempuan kelahiran Jombang itu.

Setelah menghitung jumlah botol dan liter minyak yang dikurangi, Sadarestuwati menekankan bahwa instrumen pengawasan dan penegakan hukum seperti inspektorat kementerian, BPK, dan Polri harus segera mengambil langkah taktis untuk menghitung kerugian negara.

"Jangan main-main, apalagi sampai 'main mata' atau menerima suap. Ini dana subsidi, berasal dari pajak rakyat, uang rakyat," tegasnya.

Baca juga:

Dua Perusahaan Curang Minyakita Ditindak Kemendag, Produk Ditarik dari Pasar

Dia menilai kasus MinyaKita ini menjadi ironi yang tak berkesudahan atas penderitaan rakyat. Belum selesai isu pengoplosan BBM Pertamina, Bulog yang lambat membeli gabah petani, dan lambatnya pemerintah mengendalikan harga pangan, kini muncul lagi kasus MinyaKita.

"Oleh karena itu, kasus-kasus ini harus segera ditangani dan diselesaikan secara serius tanpa pandang bulu. Sudah saatnya pemerintah bekerja dengan jujur dan benar, karena hanya itu yang bisa menyelamatkan rakyat, bangsa, dan negara," tandasnya.

#Minyak Goreng #Minyakita
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Hasil uji laboratorium dari otoritas kompeten secara spesifik menunjukkan adanya cacat mutu yang fatal pada produk massal tersebut.
Dwi Astarini - 2 jam, 27 menit lalu
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Indonesia
Minyakita Bau Solar di Wonogiri, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Miyakita bermasalah tersebut diketahui setelah warga menerima paket bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Minyakita Bau Solar di Wonogiri, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Indonesia
Dirut Bulog Sidak Pabrik Minyakita yang Berbau Solar, tak Ada Toleransi bagi Produk di Bawah Standar
Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas sehingga produk MinyaKita.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Dirut Bulog Sidak Pabrik Minyakita yang Berbau Solar, tak Ada Toleransi bagi Produk di Bawah Standar
Indonesia
Akhirnya, Produsen Tarik Kembali 100 Ton Liter Minyakita Bau Solar di Soloraya
PT Kusuma Mukti Remaja menarik 182.500 liter Minyakita berbau solar di Soloraya. Produk diganti baru, investigasi kontaminasi masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Akhirnya, Produsen Tarik Kembali 100 Ton Liter Minyakita Bau Solar di Soloraya
Indonesia
MinyaKita Bantuan Pangan Berbau Solar, Polres Karanganyar Periksa 5 Saksi
Penyelidikan dilakukan secara proaktif meski hingga kini belum ada laporan resmi dari masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
MinyaKita Bantuan Pangan Berbau Solar, Polres Karanganyar Periksa 5 Saksi
Indonesia
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Proses pemeriksaan tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum, sedangkan Kementerian Perdagangan menyerahkan penindakan kepada aparat sesuai kewenangannya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
Indonesia
Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit
Minyak goreng yang diterima berwarna pekat bau mirip solar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit
Indonesia
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar
Pemkab Klaten langsung melakukan penindakan dengan menarik Minyakita tersebut agar tidak dipakai warga.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar
Indonesia
DPR Sambut Baik HET MinyaKita Tetap Rp 15.700 per Liter, Dinilai Ringankan Beban Masyarakat
Komisi VI DPR mengapresiasi batalnya kenaikan harga Minyakita. Hal itu menjadi kabar baik bagi masyarakat dan UMKM.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
DPR Sambut Baik HET MinyaKita Tetap Rp 15.700 per Liter, Dinilai Ringankan Beban Masyarakat
Indonesia
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Pemerintah memutuskan harga MinyaKita tetap Rp 15.700 per liter. Daya beli masyarakat tetap dijaga meski harga minyak sawit dunia naik.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Bagikan