Dahlan Minta BUMN Bayar THR Dua Minggu Sebelum Lebaran
MERAHPUTIH.com - Tunjangan Hari Raya (THR) selalu ditunggu-tunggu para pekerja menjelang lebaran, baik oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dikenal dengan gaji ke-13 sampai kalangan buruh.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meminta kepada perusahaan pelat merah untuk membayarkan THR kepada pekerja jauh-jauh hari.
"Mudik itu terkait THR, saya minta perusahaan BUMN memberikan THR jauh-jauh hari. Kalau bisa dua minggu sebelum Ramadhan berakhir," kata dia di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Dahlan berharap perusahaan swasta dapat melakukan hal serupa agar mudik tak menumpuk mepet tiga hari atau sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Jadi arus mudik tidak numpuk pada hari-hari terakhir puasa. Kalau THR dibayarkan cepat, orang-orang mudik juga cepat," ujarnya.
Senada dengan Dahlan, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono juga meminta perusahaan membayar THR dari jauh hari sebelum perayaan lebaran. Hal ini untuk menghindari kepadatan arus mudik saat lebaran.
Menurut dia, THR sangat mempengaruhi masyarakat melakukan mudik. Hal ini berkaca dari pengalaman tahun lalu melonjaknya arus mudik di beberapa daerah terjadi setelah pembagian THR.
"Seperti di Sampit dua hari sebelum lebaran baru dibayar, sehingga keluar perkiraan," kata Bambang beberapa waktu lalu.
Untuk itu, Ia menghimbau agar para penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran THR lebih awal, agar arus mudik bisa sesuai dengan perkiraan. Kemenhub memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada tiga hari sebelum lebaran yaitu, Jumat 25 Juli 2014. (Fik/Ndw)
(Nurseffi Dwi Wahyuni/liputan6.com)
Bagikan
Misdam -
Berita Terkait
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024