Kesehatan Mental

Curhat Bikin Sehat loh!

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 02 Juli 2022
Curhat Bikin Sehat loh!

Saling bantu dalam memecahkan masalah pelik. (Foto: Pexels/mentatdgt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERNYATA curhat mengenai hal-hal baik dan buruk yang kamu alami, bisa mengurangi tekanan hidup? Disinyalir, curhat juga dapat sekaligus menimbulkan rasa bahagia. Kamu bisa curhat dengan orang terdekat, misalnya dengan sahabat. Percaya atau tidak, sahabat bisa memberikan banyak pengaruh positif untuk hidupmu.

Kehadiran mereka memberimu rasa percaya diri serta memberi motivasi dalam menentukan tujuan hidup. Sahabatmu juga bisa membantu mengikis trauma dan kesedihan dalam kehidupan, seperti akibat perceraian, kehilangan pekerjaan, gangguan kesehatan, atau karena ditinggalkan orang yang dicintai untuk selamanya.

Baca Juga:

Minta Maaf Kepada Sahabat Lewat Deep Talk, Kenapa Enggak!

sahabat
Kehadiran sahabat memberimu rasa percaya diri. (Foto: Pexels/Elle Hughes)

Manfaat curhat untuk kesehatan

Sebagian orang memiliki keyakinan bahwa membicarakan kondisi yang dirasakan, justru bisa membuat keadaan memburuk. Padahal bila melansir dari laman Psychology Today, menyatakan bahwa menceritakan suatu hal yang sedang dialami kepada sahabat atau anggota keluarga bisa menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan ketenangan dan kesembuhan.

Berbagi keluh kesah dengan sahabat dapat mengurangi beban pikiranmu, sehingga kamu terhindar dari stres. Kamu juga bisa mendapatkan dukungan yang membuatmu kembali bersemangat melangkah ke masa depan.

Di samping itu, masih ada berbagai manfaat yang bisa kamu rasakan dengan mencurahkan isi hati ke orang yang kamu percayai, antara lain:

- Memperkuat mental dalam menghadapi masalah.

- Membuatmu dapat melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.

- Membantumu sadar akan kehadiran orang lain dan tidak merasa sendirian.

- Menemukan solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

- Menyelesaikan masalah dan melihat situasi secara lebih jelas.

Agar masalah yang dihadapi lebih cepat selesai, kamu bisa membicarakan permasalahan yang dialami atau mungkin melakukan brainstorming dengan sahabat yang benar-benar kamu percayai. Kamu juga harus tahu kapan waktu yang tepat untuk berbagi dengan sahabat. Meski awalnya mungkin kamu merasa tidak nyaman, pada akhirnya kamu akan merasa tenang berkat dukungan mereka.

Baca Juga:

Mendamaikan Rasa Sedih Ketika Kehilangan Sahabat

sahabat
Harus tahu kapan waktu yang tepat untuk berbagi dengan sahabat. (Foto: Pexels/Thunyarat Klaiklang)

Memilih sahabat yang tepat

Tentu saja tidak sembarang sahabat bisa membantumu menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, kamu harus bisa memilih sahabat yang tepat untuk membantumu menghadapi persoalan. Secara umum, sahabat yang baik memiliki beberapa kriteria di bawah ini:

- Bisa berkomunikasi dengan baik.

- Berkata jujur dan bisa dipercaya.

- Selalu menghormati orang lain.

- Bersedia menjadi pendengar yang baik.

- Selalu mengingatkan sahabat, terutama terkait hal negatif.

Lima kriteria di atas wajib dimiliki oleh sahabat yang baik. Yang tidak kalah penting, kamu harus bisa memelihara persahabatan dengan baik. Caranya, jangan hanya ingin curhatmu saja yang didengarkan oleh sahabatmu, tapi cobalah untuk menjadi sahabat yang baik juga bagi dirinya, yaitu dengan mendengarkan curhatnya disaat dia membutuhkan.

Jadi, jangan ragu meminta bantuan sahabat untuk menyelesaikan masalah yang kamu hadapi ya. Sahabat dapat menjadi tempat yang tepat untuk menumpahkan isi hatimu. Dengan begitu, beban pikiranmu akan berkurang sehingga tidak sampai mengganggu kesehatanmu. (DGS)

Baca Juga:

Efek Mengagumkan Nongkrong Bareng Sahabat untuk Kesehatanmu

#Persahabatan #Relasi #Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan