Musik

COVID-19 Meluluhlantakkan Label Musik?

P Suryo RP Suryo R - Senin, 18 Mei 2020
COVID-19 Meluluhlantakkan Label Musik?

COVID-19 tak bisa menyurutkan industri musik. (Foto: Pexels/Stephen Niemeier)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 masih berjalan meskipun kecepatannya sudah berkurang. Meskipun demikian waspada tak boleh kendor. COVID-19 mampu membuat peradaban manusia di zaman ini kocar-kacir, semua sendi kehidupan berubah menuju new normal.

Tak kurang juga industri musik terkena imbasnya. Bukan hanya musisi dan pekerja seni di dalamnya saja yang terimbas. Namun label yang menjadi unit dalam bisnis musik pun ikut tertatih. Benarkah?


Baca Juga:

Lady Gaga Menggandeng 3 Musisi Bertalenta di Balik Layar untuk Chromatica


Aldo Sianturi, COO Billboard Indonesia dalam laman aldosianturi.net menjabarkan perjuangan label musik menghadapi deraan COVID-19 ini. Para pelakunya berusaha tetap menjalankan bisnis musik ini #DiRumahAja. Yang dilakukan oleh para pelakon industri musik ini adalah bagian dari semangat untuk MEInang dan bertahan untuk memasuki new normal.


Hadapi pandemi

musik
Kreativitas tidak akan pernah ada habisnya. (Foto: Pexels/Breakingpic)


Meskipun aktivitas saat ini akan menjadi new normal setelah pandemi berakhir. Meskipun demikian ada semacam blessing in disguise untuk beberapa teman di label musik. Beruntunglah bagi label musik yang sudah menerapkan hampir semua aktivitasnya di dunia maya yang menempatkan teknologi digital sebagai patok utamanya.

Seperti yang disampaikan oleh Morin chandra dari label Dr.M, bahwa bisnis utama mereka memang lebih digital. "Kesulitan utama adalah di creative development dan off air events. Selebihnya masih manageable. Beberapa alat kantor juga akhirnya dibawa ke rumah untuk memudahkan proses kerja," jelas Morin yang membawahi musisi Virgoun, Budi Doremi, Last Child dan Ashilla Zahrantiara.

Hal yang sama diakui oleh Toto Widjojo dari Warner Music Indonesia. Perusahaannya lebih banyak berhubungan dengan dunia maya. Sehingga ketika kebijakan PSBB diterapkan mereka sudah lebih siap menghadapinya. "Pada saat terjadi pandemi ini dan menyebabkan kita harus #WFH maka sedikit banyak kami sudah lebih siap dibandingkan indistri-industri lainnya. Namun adaptasi ini masih berupa proses yang memiliki tantangan-tantangan yang perlu kita atasi lebih lanjut," jelas Toto yang duduk sebagai Managing Director.

Tren live streaming

musik
Live streaming menjadi tren baru di industri musik. (Foto: Unsplash/John Matychuk)


Salah satu tren yang saat ini merebak di dunia musik adalah live streaming. Aktivitas ini memungkinkan musisi atau label untuk tetap terkoneksi dengan masyarakat luas. Seperti yang diungkapkan oleh Ayu Indirawanty General Manager (Business Affair) dari Aquarius Musikindo, bahwa musik tak pernah hilang dari kehidupan seseorang. Kegiatan mendengarkan musik dapat dilakukan dimanapun dan dalam kondisi apapun.

"Bedanya saat ini audiens, mungkin bagi sebagian yang sudah mulai lelah dihujani bad news dari pandemi, (mereka) akan mencari konten yang relate dengan dirinya lebih banyak. Bukan dari apa yang tren saat ini karena tertutup update COVID-19 tapi untuk business wise akan sangat tergantung juga dari ekosistem di sekitarnya. Apakah masih bisa menciptakan healthy revenue stream atau tidak? Ekosistem sakit, revenue pasti melemah," ungkap Ayu.

Di tengah pandemi ini ada saja yang mendapatkan keberuntungan karena pandai melihat situasi sebelumnya. Seperti yang dibuat oleh Ascada Musik Indonesia yang sudah membuat live streaming programming untuk artis-artisnya di bawah benderanya, seperti Via Vallen, Ilir-7, Dadali, Asbak Band, Papinka dan Maisaka.

"Sejak awal tahun, kami telah melakukan terlebih dahulu, sehingga pada awal pandemi, kami tidak mengalami kendala berarti dalam melakukan live streaming show," jelas Dicky Sundri, Managing Director dari label musik ini.

Namun pandangan Morin Chandra cenderung kebalikannya, bahwa live streaming sebagai sesuatu yang baru, masih sangat sulit diukur efektivitas dan kesuksesannya. Dia menyebutkan bahwa bergantung terhadap mendapatkan awareness dari orang untuk menonton konten live streamingnya. Kemudian banyaknya kegiatan live streaming yang dilakukan di banyak platform sehingga orang mungkin sangat mudah untuk binge-watch atau bahkan jadi tidak tertarik untuk menonton karena terlalu banyak yang live.

"Ketergantungan terhadap paket data adalah salah satu kendalanya. Bagi artis yang memiliki target audience/fans dari kelas menengah ke bawah, live streaming effectiveness akan sangat rendah. Karena kebanyakan dari penonton mereka tidak bisa nonton terlalu lama. Lalu ketergantungan terhadap koneksi internet. Ini juga sangat mengganggu!" jelas Morin.


Baca Juga:

'Ada', Lagu Terakhir Glenn Fredly

The new normal

musik
Setelah pandemi berlalu industri musik harus mengadaptasi new normal. (Foto: Pixabay/theglassdesk)


Kenormalan saat ini akan menjadi kenormalan baru setelah pandemi berlalu. Semua orang yakin bahwa perubahan nilai-nilai yang diadaptasi saat ini sudah memasuki fase kedua, dalam proses adaptasi yang akan menguat pada fase ketiga.

Sepertinya industri musik mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun yang tengah bergejolak di dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Muhammad Soufan, General Manager Sony Music Indonesia, bahwa industri musik sudah mengalamai berbagai peristiwa. Perubahan format media musik, mulai dari piringan hitam sampai sekarang berbentuk file. Dari menikmati musik harus duduk, hingga saat ini sambil berlari mendengarkan musik.

"Tekanan-tekanan sampai paling dasar ini justru membuat pelaku menyesuaikan dan semakin kuat. Tentunya tergantung pelaku hikmah apa yang didapat dan apa yang akan dilakukan ke depan. Yang pasti menurut saya sekarang semua melek digital dan inilah titiknya! Inilah yang berubah ke depan dimana semua pelaku akan “gatal” dan change focus untuk sebanyak-banyaknya membuat konten digital, apapun itu," jelas pria yang labelnya membawahi Cinta Laura, Rendy Pandugo, GAC, Isyana Sarasvati dan Ardhito Pramono.

Sementara Ayu menyadari bahwa kehidupan setelah pandemi tidak akan pernah sama. Semua akan berubah menjadi new normal, namun justru itu akan semakin memperkuat industri ini.

Dia mengatakan bahwa untuk label rekaman, hal ini bisa memperkuat individunya. Teknologi tidak melulu tentang mengganti orangnya tapi sebaiknya memperkuat, karena pengalaman seseorang tak bisa tergantikan.

"Hidup kita tidak akan sama lagi, akan ada normalitas-normalitas baru, tambah melek teknologi pastinya. Perubahan lain yang mungkin dapat terlihat setelah pandemi ini selesai diantaranya adalah kekuatan kolaborasi yang luar biasa. Perilaku pasar perlu lebih dalam lagi dipelajari, lebih mengenal audiens kita. Reaktif lebih cepat untuk setiap sinyal yang tiba-tiba naik dan muncul ke permukaan, karena kesempatan seperti itu punya value yang besar," jelas Ayu. (psr)


Baca Juga:

Video Klip Inside Friend Milik Leon Bridges dan John Mayer Hanya Direkam Menggunakan iPhone

#MEInang #Musik #Industri
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
'Big Boom' DJ.ILHAM Viral di Media Sosial, Jadi Sound Favorit Konten Kreator
'Big Boom' jadi salah satu lagu DJ yang ramai diperbincangkan di dunia maya.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
'Big Boom' DJ.ILHAM Viral di Media Sosial, Jadi Sound Favorit Konten Kreator
ShowBiz
Dari Kamar Rumah ke Panggung GBK, Reality Club Rayakan 10 Tahun Berkarya
Reality Club menggelar konser '(10) Years of Reality Club – Live in Jakarta' pada 6 Juni 2026 di Basketball Hall GBK.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Dari Kamar Rumah ke Panggung GBK, Reality Club Rayakan 10 Tahun Berkarya
ShowBiz
TXT Hadirkan Energi Segar Lewat Lagu 'So What' di Mini Album '7th Year: A Moment of Stillness in the Thorns'
Lagu 'So What' TXT menjadi salah satu trek yang banyak dibicarakan dalam mini album 7th Year: A Moment of Stillness in the Thorns.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
TXT Hadirkan Energi Segar Lewat Lagu 'So What' di Mini Album '7th Year: A Moment of Stillness in the Thorns'
ShowBiz
Idgitaf dan Dere Hadirkan Kolaborasi Hangat nan Kontemplatif di Single 'Setengah Langit'
Kolaborasi Idgitaf dan Dere dalam Setengah Langit menghadirkan lagu yang hangat dan reflektif. Hadirkan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Idgitaf dan Dere Hadirkan Kolaborasi Hangat nan Kontemplatif di Single 'Setengah Langit'
ShowBiz
gabsav Rilis Single 'tangled', Tuangkan Manisnya Emosi di Fase Awal Jatuh Cinta
gabsav merilis single terbaru bertajuk 'tangled'. Hadirkan nuansa jazz, lagu ini mengangkat perasaan campur aduk saat mulai dekat dengan seseorang yang disukai.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
gabsav Rilis Single 'tangled', Tuangkan Manisnya Emosi di Fase Awal Jatuh Cinta
ShowBiz
LE SSERAFIM Kembali dengan Album 'PUREFLOW pt.1', Usung Konsep Baru Lewat 'BOOMPALA'
LE SSERAFIM resmi comeback dengan album PUREFLOW pt.1. Lagu BOOMPALA hadir sebagai title track yang menampilkan konsep baru dan warna musik berbeda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
LE SSERAFIM Kembali dengan Album 'PUREFLOW pt.1', Usung Konsep Baru Lewat 'BOOMPALA'
ShowBiz
Makna Lagu 'Dandelions' Ruth B: Kisah Cinta, Harapan, dan Kerinduan Mendalam
Meski dirilis sejak 2017, Dandelions milik Ruth B terus menarik perhatian pendengar di seluruh dunia. Lagu ini menyimpan kisah cinta, harapan, dan kerinduan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Makna Lagu 'Dandelions' Ruth B: Kisah Cinta, Harapan, dan Kerinduan Mendalam
ShowBiz
Indro Warkop Curahkan Rindu untuk Dono dan Kasino lewat Lagu 'Dan Aku Rindu'
Indro Warkop mencurahkan kerinduan kepada Dono, Kasino, Nanu, dan Rudy Badil melalui lagu 'Dan Aku Rindu' yang menjadi soundtrack film 'Warkop DKI Viralin Dong'.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Indro Warkop Curahkan Rindu untuk Dono dan Kasino lewat Lagu 'Dan Aku Rindu'
ShowBiz
'Jue Bu Neng Shi Qu Ni, Soundtrack Ikonis 'Meteor Garden' yang masih Dikenang
Lagu ini dikenal luas berkat bagian lirik ikonisnya yang berbunyi 'Oh Baby Baby Baby'.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
'Jue Bu Neng Shi Qu Ni, Soundtrack Ikonis 'Meteor Garden' yang masih Dikenang
ShowBiz
'If I Ain't Got You', Karya Abadi Alicia Keys yang Terus Menyentuh Generasi
Alicia Keys menghadirkan sebuah karya yang mengulas makna cinta, kehidupan, dan pentingnya menghargai hal-hal yang paling berharga.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
'If I Ain't Got You', Karya Abadi Alicia Keys yang Terus Menyentuh Generasi
Bagikan