Coca-Cola Akhirnya Penuhi Permintaan Trump, Rilis Varian Baru Menggunakan Gula Tebu

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 23 Juli 2025
Coca-Cola Akhirnya Penuhi Permintaan Trump, Rilis Varian Baru Menggunakan Gula Tebu

Coca-Cola akhirnya bikin produk dengan gula tebu.(foto:pexels-thatguycraig)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — COCA-COLA mengonfirmasi pada Selasa (22/7) bahwa mereka akan merilis varian baru Coke yang dibuat dengan gula tebu. Pengumuman ini menanggapi unggahan Presiden Donald Trump di media sosial, pekan lalu. Ia mengklaim telah meyakinkan perusahaan tersebut untuk mengganti sirup jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup).

Dalam laporan keuangannya, perusahaan menyatakan, sebagai bagian dari ‘agenda inovasi yang sedang berlangsung’, mereka akan meluncurkan sebuah produk dengan gula tebu asal AS pada musim gugur mendatang. Produk ini merupakan bagian dari lini produk Coca-Cola. Beberapa varian Coke memang sudah menggunakan gula tebu, termasuk Coca-Cola yang dijual di Meksiko.

“Penambahan ini dirancang untuk melengkapi portofolio inti perusahaan yang kuat dan menawarkan lebih banyak pilihan untuk berbagai kesempatan dan preferensi,” kata Coca-Cola dalam pernyataan mereka, dikutip CNN.

Pekan lalu, Trump menyatakan Coca-Cola telah ‘setuju’ menggunakan gula tebu dalam produknya. Namun, pengumuman pada Selasa menjelaskan resep utama Coke tidak akan berubah dan tetap akan menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi. Sebagai gantinya, perusahaan akan membuat produk Coke yang terpisah dengan kandungan gula tebu.

Baca juga:

Demi Hobi Minum Diet Coke, Donald Trump Perintahkan Coca-Cola Ganti Gula Asli Untuk Produk di AS


Coca-Cola buatan AS saat ini memang menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi, bahan yang telah lama dikritik Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy, Jr.

Kennedy, yang memimpin gerakan untuk menghapus berbagai bahan buatan dan olahan tinggi dari makanan Amerika, pernah menyebut sirup jagung fruktosa tinggi sebagai formula untuk membuatmu gemuk dan diabetes dalam episode siniar Dr Jordan Peterson pada September. Sirup jagung merupakan pemanis yang umum dan murah. Itulah alasan utama Coca-Cola beralih menggunakannya. Namun, menurut para ahli kesehatan, soda yang mengandung gula tetap tidak sehat, bahkan jika dibuat dengan gula tebu alih-alih sirup jagung.

“Konsumsi gula yang berlebihan dari sumber apa pun membahayakan kesehatan. Untuk menjadikan pasokan makanan AS lebih sehat, pemerintahan Trump seharusnya fokus pada pengurangan gula, bukan hanya mengganti jenisnya,” kata Eva Greenthal, ilmuwan kebijakan senior di Center for Science in the Public Interest, sebuah organisasi advokasi konsumen nirlaba.

Sementara itu, PepsiCo, pesaing Coca-Cola, belum melakukan perubahan besar. Namun, soda prebiotik terbarunya mengandung gula tebu, begitu pula dengan merek Poppi yang baru saja mereka akuisisi.

“Gula lebih mahal di AS ketimbang di banyak bagian dunia jadi menurut saya memang perlu ada diskusi dengan pemerintah, bagaimana membuat gula lebih terjangkau di AS, bagaimana menyusun strategi pertanian yang bisa menurunkan biaya gula, dan itu akan mempermudah transisi, baik bagi kami maupun industri secara keseluruhan,” kata CEO PepsiCo Ramon Laguarta dalam wawancara di CNBC, pekan lalu.(dwi)

Baca juga:

Pernyataan Lengkap Trump Yang Tegaskan Transfer Data Pribadi Indonesia Jadi Kesepakatan Dagang Dengan AS

#Amerika Serikat #Donald Trump #Coca Cola
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 10 menit lalu
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Bagikan