Kesehatan

Ciri-ciri Alami Stres Berat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 14 Mei 2023
Ciri-ciri Alami Stres Berat

Tidak semua orang bisa langsung menyadari dirinya sedang stres berat. (Foto: frepik/ tirachardz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STRES berat dapat terjadi bila seseorang mengalami tekanan mental atau emosional yang berlebihan. Meski demikian, tidak semua orang bisa langsung menyadari bahwa dirinya sedang menderita stres berat.

Dilansir WebMD, kondisi seperti ini bisa segera dideteksi dan ditangani. Stres berat bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari beban pekerjaan, masalah keluarga, kehilangan orang terkasih, menderita penyakit tertentu, bercerai, kehilangan pekerjaan, hingga terlilit hutang.

Baca Juga:

Tingkat Stres Pekerja Kantor Dapat Diketahui dari Cara Mengetik dan Klik Mouse

Ciri-Ciri

Stres berat dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari emosi, perilaku, kemampuan berpikir, hingga kesehatan. Sebelum menimbulkan masalah yang lebih luas, penting untuk mengenali ciri-ciri stres berat agar kondisi ini dapat segera ditangani.

Ciri-ciri seseorang mengalami stres berat antara lain:

- Mudah gelisah, merasa frustrasi, dan sering terlihat murung.

- Mudah tersinggung.

- Merasa dirinya tidak baik dan tidak berharga, serta merasa begitu tertekan.

- Tidak dapat berpikir dengan tenang.

- Tidak berenergi atau bergairah.

- Tidak bisa tidur atau mengalami insomnia.

- Mudah sakit.

- Sering sakit kepala.

- Sering mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, diare, dan sembelit.

- Nafsu makan berkurang atau tidak memiliki nafsu makan.

Sering sakit kepala merupakan salah satu ciri orang mengalami stres berat. (Foto: freepik/rawpixels)

Cara mengatasinya

Stres berat yang tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, misalnya penyakit jantung, diabetes, obesitas, penyakit asam lambung, asma, dan penyakit mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Untuk mengatasi stres berat, ada beragam cara yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Berpikir positif

Memang tidak mudah, namun kamu tetap harus berusaha untuk berpikir positif terhadap masalah yang sedang dialami.

Baca Juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Cobalah untuk mengingatkan atau memberi motivasi kepada diri sendiri mengenai hal-hal positif yang kamu miliki dan patut disyukuri. Cara ini dapat mengurangi stres berat yang kamu alami.

2. Tulis buku harian

Tuangkan curahan hatimu dan keluh kesahmu ke dalam sebuah tulisan, ini mampu membantu meringankan stres. Dengan menuliskan segala keluh kesah, kekhawatiran yang kamu rasakan dapat berkurang. Kamu bahkan dapat memahami dan mengelola emosi lebih baik setelahnya.

Liburan membuat pikiran menjadi lebih segar. (Foto: freepik/svetlanasokolova)

3. Curhat ke orang terdekat

Jangan memendam masalah sendiri, tetapi cobalah ceritakan apa yang kamu alami dan rasakan kepada keluarga atau sahabat. Dengan bercerita kepada orang terdekat, beban yang dirasakan dapat berkurang.

4. Tidur

Tidur yang cukup juga bisa membantu kamu mengatasi stres berat. Cobalah dengarkan musik sebelum tidur, agar pikiran menjadi lebih rileks. Selain itu, kamu juga bisa mandi air hangat menjelang waktu tidur.

5. Pergi berlibur

Untuk mengurangi stres berat yang sedang dialami, ambil cuti bekerja untuk pergi berlibur. Hal ini dapat membuat pikiran menjadi lebih segar, sehingga stres dapat berkurang.

Jika stres masih berkelanjutan, maka konsultasikanlah ke psikolog. Bantuan psikolog dapat membantu kamu mencari solusi yang tepat. (dgs)

Baca Juga:

Makanan Penangkal Stres

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan