Cintai Diri Sendiri Lewat Body Positivity

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 05 Oktober 2021
Cintai Diri Sendiri Lewat Body Positivity

Dimulai dari mindset diri sendiri. (Foto: Unsplash/Giulia Bertelli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENCINTAI diri sendiri sebenarnya tidak sulit, cukup dengan tidak membandingkan dirimu dengan orang lain. Atau kamu bisa menerapkan body positivity, yakni menanam pola pikir positif bahwa setiap orang, termasuk dirimu sendiri, perlu memiliki pandangan yang baik terhadap tubuhnya. Sifat ini bisa membantu untuk lebih menerima dan menyayangi dirimu sendiri apa adanya.

Mengutip Alodokter, manfaat utama body positivity adalah mendobrak standar kecantikan yang tidak realistis serta mengajak semua orang untuk bisa menerima dan mencintai diri sendiri. Terlepas dari apa pun warna kulitnya, rambut, dan bentuk tubuhnya.

Ketika seseorang tidak mampu memenuhi standar penampilan tubuh dan kecantikan ideal yang ada di masyarakat, beberapa dari mereka mungkin bisa stres dan malu karena merasa dirinya kurang menarik. Bukan hanya itu, mereka bahkan mungkin bisa melampiaskannya pada kebiasaan yang buruk, seperti mengonsumsi minuman beralkohol.

Baca juga:

Kampanye Body Positivity, Marshanda Ajak Cintai Diri Sendiri

Cintai Diri Sendiri Lewat Body Positivity
Cantik bukan hanya dari fisik. (Foto: Unsplash/Jackson David)

Lebih parahnya lagi, stres dan kurangnya rasa percaya diri ini juga bisa berdampak pada kesehatan mental mereka. Orang yang kurang menghargai bentuk tubuhnya atau merasa stres dan minder karena menganggap tubuhnya kurang menarik, berisiko mengalami gangguan mental.

Untuk menanamkan body positivity, kamu bisa mencoba beberapa cara, dimulai dari mengubah pola pikir. Seberapa sering kamu membandingkan warna kulitmu dengan warna kulit orang lain. Body positivity mengajakmu untuk tetap percaya diri dengan bagaimana pun kondisi tubuhmu, terlepas dari standar penampilan dan fisik yang saat ini masih melekat di masyarakat.

Coba kamu perhatikan, warna kulit eksotis jauh lebih disukai dan memiliki daya tarik tersendiri di AS. Ini karena standar kecantikan di setiap negara dan budaya berbeda-beda.

Baca juga:

Cintai Dulu Diri Sendiri, Baru Orang Lain

Cintai Diri Sendiri Lewat Body Positivity
Bisa juga dengan merawat kulit. (Foto: Unsplash/Audrey Fretz)

Makna kecantikan itu sebenarnya tidak hanya dilihat dari fisik saja, melainkan dari dalam diri, seperti kecerdasan, kesopanan, keanggunan, selera humor, dan karakter. Jadi daripada fokus pada bentuk fisik, lebih baik buatlah dirimu berharga dan tampil memesona.

Jangan lupa juga untuk melakukan perawatan diri yang berfokus pada kesehatan. Merawat diri bukan hanya untuk terlihat ‘sempurna’ di mata orang lain ya, tapi agar kesehatanmu terjaga dan bisa merasa nyaman dengan tubuhmu sendiri.

Bentuk perawatan diri yang paling sederhana adalah menjalani gaya hidup sehat, atau bisa juga menjaga kecantikan kulitmu dengan melakukan perawatan kulit. (and)

Baca juga:

Cintai Diri Sendiri, Lakukanlah 5 Hal Ini

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan