China Sukses Uji Coba Kereta Cepat Otomatis
Kereta Cepat Otomatis dari CRC sukses diuji coba (Foto: ANTARA via Xinhua)
MerahPutih.Com - Kereta cepat otomatis menjadi moda transportasi kebanggaan warga China. Pasalnya, untuk pertama kali Operator Kereta Api China (CRC) sukses melakukan uji kereta cepat yang digerakan secara otomatis di jalur Beijing-Shenyang.
Dalam percobaan dari ibu kota China menuju ibu kota Provinsi Liaoning itu, kereta cepat otomatis tersebut mampu melaju dengan kecepatan 350 kilometer per jam, demkian pernyataan media resmi setempat, Jumat (8/6).
Sistem otomatis itu memungkinkan kereta cepat tersebut bisa mulai bergerak, melaju, dan berhenti secara mandiri. Namun, masinis tetap dibutuhkan untuk mengatasi keadaan darurat.
Masinis kereta tersebut, Zhang Kai, mengatakan bahwa sistem otomatis menjadikan dia sebagai "pendukung" karena tangannya diam. Dia hanya memantau cara kerja kereta tersebut.
Keberhasilan uji kereta cepat generasi Fuxing itu menjadi terobosan dalam teknologi kereta cepat otomatis, kata "China Daily".
Manajer senior CRC sebagaimana dilansir Antara dari Xinhua mengemukakan bahwa perusahaannya akan terus melakukan uji coba hingga akhir September mendatang dan keberhasilan percobaan itu akan diproyeksikan untuk ruas jalur yang menghubungkan Beijing dengan Zhangjiakou, Provinsi Hebei, dan Beijing dengan kawasan baru Xiongan.
China mengklaim kereta cepat hasil pengembangan dalam negeri, Fuxing, menjadi kereta tercepat di dunia karena mampu melaju dengan kecepatan 400 kilometer per jam.
Teknologi kereta cepat di China menjadi yang terdepan di dunia setelah 13 tahun lamanya "berguru" kepada Jerman dan Jepang.
Kehebatan kereta cepat China telah diakui oleh beberapa pemimpin dunia. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden China Xi Jinping menggunakan kereta cepat dalam perjalanan dari Beijing menuju Tianjin, Jumat petang, sebagaimana laporan stasiun radio resmi CRI.
Kanselir Jerman Angela Merkel ditemani Perdana Menteri Wen Jiabao menjajal kereta cepat di jalur Beijing-Tianjin pada 31 Agustus 2012.
Kemudian PM Li Keqiang mengundang para pemimpin negara-negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur (CEEC) menumpang kereta cepat di jalur Suzhou-Shanghai sejauh 100 kilometer pada 25 November 2015.
PM Malaysia Najib Razak juga telah merasakan naik kereta cepat dari Beijing menuju Tianjin pada 3 November 2016. Bahkan dia memantau jalur dari kabin masinis.
Demikian pula dengan Presiden Jokowi, yang telah mencoba menikmati kereta cepat dari Hangzhou menuju Shanghai seusai menghadiri Konferensi G20 pada 2016.
China sangat membanggakan proyek kereta cepat, yang dikerjakannya di ruas jalur Jakarta-Bandung.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pemerintah Sayap Kanan Austria akan Tutup Masjid dan Usir Puluhan Imam
Bagikan
Berita Terkait
Biawak hingga Layang-Layang Jadi Biang Kerok Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gagal On Time
Long Weekend Isra Miraj 2026, Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung 'Anjlok'
372 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Whoosh Selama Nataru 2026, ini Nomor Kontak untuk Pengambilan Kembali
Malam Pergantian Tahun, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 16 Ribu Orang dalam Sehari
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Satu Hari Jelang Natal, 23 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Cepat Whoosh
Barang Bawaan Penumpang Ketinggalan dan Hilang di Kereta Whoosh, Begini Cara Urus Layanan Lost & Found
Barang Tertinggal atau Hilang di Kereta? Jangan Panik, Ikuti Langkah-Langkah Ini
Jelang Angkutan Nataru 2026, Semua Awak Kereta Cepat Jakarta-Bandung Wajib Tes Urine oleh BNN
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Murka Terhadap Purbaya karena Ogah Lunasi Utang Kereta Cepat