Cerita Pilu Pelayaran Jemaah Haji Masa Lalu

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Jumat, 01 September 2017
Cerita Pilu Pelayaran Jemaah Haji Masa Lalu

Dua orang jamaah haji asal Lampung pada abad 19. (Tropenmuseum)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERJALANAN haji di masa lalu jauh berbeda paling tidak berkait jarak tempuh dan masalah keamanan dengan masa kini. Butuh tempo berbulan-bulan bagi para jemaah haji masa lalu, terombang-ambing gelombang di laut lepas, sembari menaruh harap tetap sehat dan selamat.

KH Abdussamad, jemaah haji asal Kalimantan Selatan, memberikan gambaran betapa perjalanan haji di masa lalu butuh perjuangan penuh. Dia melakukan perjalanan haji di tengah masa revolusi fisik dan fatwa tegas KH Hasjim Asjari, Ketua Partai Masjumi, pada tahun 1947, tidak mewajibkan perjalanan haji, bahkan dianggap haram selama perang berlangsung.

Meski begitu, para jemaah tetap melaut menuju Mekkah. KH Abdussamad menceritakan gambaran pilu keseharian para jamaah di atas kapal memuat 1.000 jamaah selama 6 bulan. Banyak jamaah hanya mendapat tempat berukuran 60 x 100 sentimeter. Sementara sekira 150 jamaah malah tak mendapat tempat. Masing-masing berusaha mencari tempat istirahat di bawah tangga, dan di balik mesin pengangkat.

Mereka bukan tinggal di bangsal kapal, melainkan palka, tempat menaruh barang-barang. Sebagian jamaah mabuk laut karena diterjang ombak besar. Sementara hujan lebat sering turun berhari-hari.

Para jamaah menjadi lumrah melihat saban hari jenazah dilempar ke laut. “Sejak tinggal di Jeddah 3-4 hari dan sejak beberapa hari di lautan, hampir tiap-tiap hari ada saja saudara-saudara haji yang sampai ajalnya pergi pulang menghadap Tuhannya,” tulis KH Abdussamad, Melawat ke Mekkah (Menunaikan Hadjdji), 1367H-1948.

Di lain pelayaran, RAA Wiranatakusumah, Bupati Bandung , dalam Perdjalanan Saja ke Mekkah, turut pula menerakan kisah pilu para jamaah haji pada 1925. Lagi-lagi, kisah ruang istirahat nan sempit kembali muncul. Di kapal, kapten membagi penumpang kelompok sesuai kloter, masing-masing berisi 200 orang, dan sang bupati menjadi ketua rombongan jamaah Bandung.

Para jamaah, menurut kesaksian sang bupati, mendapat kamar sempit hingga berisi 15 orang sumpek-sumpekan pada satu kamar. Di salah satu kamar terdapat sebuah keluarga, ibu dan bapak beranak empat. Mereka tinggal di ruang gelap, sempit, dan kotor. Terkadang derita mereka masih ditambah suara tangis sang anak.

Selain ruang istirahat, para jamaah pun tak cukup mendapat persediaan makanan. Mereka kemudian masak sendiri. Terkadang para tukang masak mencuri sebagian daging kemudian dijual, dan air panas semestinya gratis pun dijual.

“Kasihan anak-anak itu semuda itu telah terpaksa merasai kesempitan hidup di duni yang lapang ini,” tulis sang bupati.

Pada perjalanan pulang, kisah pilu kembali berulang. Kapal Situbondo membawa sang bupati dan para jamah menuju Hindia, terlihat sengsara dan derita para penumpang. Bahkan sebelum naik kapal, para jamaah berbondong-bondong pergi ke kantor kongsol.

“Berjam-jam mereka berpanas menantikan pas-nya. Pegawai konsol itu bekerja dengan rajin dan sungguhnya. Akan tetapi karena mereka tidak berapa orang maka tiada dapatlah mereka menolong jemaah-jemaah itu dengan lekasnya,” tulis sang bupati.

Sang bupati mendapat cerita macam-macam dari teman sejawat di atas kapal. “Bilangan orang yang mati pun bertambah”. Dia pula melihat perbedaan para jamaah saat naik kapal, dan lebih tertib saat pulang, meski hawa sangat panas.

Kapal pun angkat sauh. “Maka sangatlah rindunya saya akan kota tempat tumpah darah saya,” tutup sang bupati. (*)

#Sejarah Haji #Ibadah Haji #Sejarah Indonesia
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
15.086 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Pantau Paspor Jemaah
Seluruh jemaah haji Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air untuk menjaga paspor dengan sebaik-baiknya selama fase kepulangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
15.086 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Pantau Paspor Jemaah
Indonesia
Penerbangan Kepulangan Jemaah Haji Alami Keterlambatan, Garuda Indonesia Meminta Maaf
Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jamaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Penerbangan Kepulangan Jemaah Haji Alami Keterlambatan, Garuda Indonesia Meminta Maaf
Indonesia
Menhaj Buka Peluang Produk Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf membuka peluang produk pangan Indonesia masuk rantai pasok katering haji di Arab Saudi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Menhaj Buka Peluang Produk Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Indonesia
6.397 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air, Kepulangan Berjalan Lancar
Sebanyak 6.397 jemaah dan petugas haji Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air. Kemenhaj mengingatkan aturan bagasi dan distribusi air zamzam.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
6.397 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air, Kepulangan Berjalan Lancar
Indonesia
Satgas Haji Polri Ungkap Penipuan Haji Non-Prosedural, Kerugian Tembus Rp 21,7 Miliar
Satgas Haji dan Umrah Polri mengungkap kasus penipuan haji non-prosedural. 550 calon jemaah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 21,7 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Satgas Haji Polri Ungkap Penipuan Haji Non-Prosedural, Kerugian Tembus Rp 21,7 Miliar
Indonesia
Proses Imigrasi Kepulangan Jemaah Haji Cuma 30 Menit, Diperiksa Juga Kondisi Kesehatan
Jemaah Kloter JKG-01, Saefullah, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diterimanya selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Proses Imigrasi Kepulangan Jemaah Haji Cuma 30 Menit, Diperiksa Juga Kondisi Kesehatan
Indonesia
Jemaah Haji Tidak Dizinkan Bawa Air Zamzam Dalam Koper, Tiba di Indonesia Dapat 1 Galon Isi 5 Liter
Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima air zamzam sebanyak 1 galon berisi 5 liter per orang di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air, sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Jemaah Haji Tidak Dizinkan Bawa Air Zamzam Dalam Koper, Tiba di Indonesia Dapat 1 Galon Isi 5 Liter
Indonesia
Jemaah Haji Mulai Tiba di Indonesia, Jika Sakit Dipulangkan Setelah Sembuh
Hingga saat ini terdapat 34 jamaah haji asal Indonesia yang dilaporkan wafat di Arab Saudi. Di mana, ahli waris jemaah yang meninggal akan memperoleh santunan asuransi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Jemaah Haji Mulai Tiba di Indonesia, Jika Sakit Dipulangkan Setelah Sembuh
Indonesia
Evaluasi Haji 2026, Pakar: Negara Harus Jadi Pembela Jamaah, Bukan Vendor
Pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menilai penyelenggaraan Haji 2026 masih menyisakan masalah layanan dasar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Evaluasi Haji 2026, Pakar: Negara Harus Jadi Pembela Jamaah, Bukan Vendor
Indonesia
Proses Pemulangan Berlangsung 1 Bulan, Jemaah Haji Diminta Tetap Jaga Kesehatan
Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi dalam mempersiapkan operasional haji 2027 secara lebih matang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Proses Pemulangan Berlangsung 1 Bulan, Jemaah Haji Diminta Tetap Jaga Kesehatan
Bagikan