Ceko Hentikan Kesepakatan Nuklir dengan Korea, Ditemukan Pelanggaran Teknologi Desain Reaktor
Bendera Korea Selatan. (Foto: Unsplash/Daniel Bernard)
MerahPutih.com - Otoritas antimonopoli Republik Ceko telah memberlakukan penangguhan sementara pada kesepakatan pembangunan dua reaktor nuklir, di mana konsorsium Korea dipilih sebagai penawar pilihan.
AFP melaporkan bahwa penangguhan tersebut merupakan tindakan pencegahan dalam menanggapi banding yang diajukan oleh Westinghouse dan perusahaan energi Prancis Electricite de France, yang menuduh pelanggaran paten terkait dengan teknologi desain reaktor. Pejabat itu mengklarifikasi bahwa keputusan tersebut tidak menyiratkan hasil apa pun terkait masalah tersebut.
Konsorsium Korea, yang dipimpin oleh Korea Hydro & Nuclear Power (KHNP), berupaya menyelesaikan kontrak pembangunan dua reaktor nuklir di Dukovany pada bulan Maret 2025, demikian menurut laporan The Korea Times, Kamis (31/10).
Grup CEZ, perusahaan listrik yang memberikan proyek tersebut, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka yakin telah bertindak sesuai dengan hukum berlaku sejak saat pertama dalam pemilihan penawar yang disukai.
Baca juga:
Amazon Berencana Bangun Reaktor Nuklir Modular Berukuran Kecil
Seorang pejabat di Kementerian Perindustrian Korea mengatakan kepada Kantor Berita Yonhap pada hari Rabu bahwa keputusan badan antimonopoli Ceko tidak lain hanyalah prosedur standar dalam menanggapi keberatan pesaing. Pejabat itu memperkirakan tindakan itu tidak akan memengaruhi kontrak akhir.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden Korea Yoon Suk Yeol menjanjikan dukungan penuh pemerintah untuk membantu KHNP mengamankan kesepakatan akhir untuk mengekspor reaktor ke Republik Ceko.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri upacara yang menandai selesainya pembangunan unit nuklir Shin-Hanul 1 dan 2, serta peletakan batu pertama untuk unit Shin-Hanul 3 dan 4 di Uljin, yang terletak sekitar 215 kilometer di tenggara Seoul.
"Kami akan menggunakan proyek nuklir Ceko sebagai batu loncatan untuk lebih memperluas peluang ekspor bagi industri nuklir kami," katanya, sambil berjanji akan berupaya menormalkan ekosistem industri nuklir. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian