MerahPutih.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengeluarkan imbauan kepada para pemudik demi kelancaran proses musim mudik lebaran tahun 2018.
Menurut Baskui, kelancaran pada saat mudik Lebaran tidak hanya ditentukan sarana dan prasarana jalan, tetapi juga pengaturan lalu lintas dan perilaku pengendara sendiri.
Meski demikian, Menteri memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol dan non tol tahun 2018 relatif lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Kondisi jalan nasional saat ini kondisinya 90% mantap. Selain itu, jalan tol yang dapat digunakan pada mudik tahun ini, lebih panjang dibandingkan dari tahun lalu. Tol dari Merak ke Pasuruan sepanjang 995 kilo meter (km), 760 km telah operasional dan sisanya 235 km telah fungsional,” kata Basuki, dikutip dari laman resmi setkab.go.id, Minggu (3/6).
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna mengatakan dengan masa libur yang panjang, para pemudik yang memilih transportasi jalan kini memiliki banyak alternatif jalur.
Terdapat banyak pilihan selain jalan tol yakni jalan arteri nasional baik lintas utara, tengah, dan selatan kondisinya cukup baik. Untuk jalur Pantai Selatan banyak pilihan destinasi wisata pantai yang bisa dikunjungi yang lokasinya tidak jauh dari jalan arteri.
Titik Kritis Jalur Mudik
Titik kritis yang perlu menjadi perhatian pemudik adalah di Jembatan Kali Kuto yang direncanakan baru bisa dilalui pada H-2 Lebaran. Sehingga sebelum itu kendaraan akan diarahkan keluar melalui jalan Pantura Jawa sejauh 500 meter dan masuk kembali ke ruas tol.
Untuk Jembatan Kali Kenteng di ruas tol Salatiga-Kertasura yang belum selesai pembangunannya, Kementerian PUPR dan pengelola jalan tol telah mempersiapkan jalan alternatif melintasi bagian bawah jembatan.
Pada ruas jalan arteri nasional, perbaikan Jembatan Cincin Lama atau Widang pada ruas jalan Babat-Lamongan ditargetkan bisa dilalui pada H-10 Lebaran.
Perhatian juga diberikan Kementerian PUPR untuk titik-titik rawan longsor dengan menyiagakan personil dan alat berat sebanyak 80-an Posko Lebaran, misalnya, yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Jawa.
Adapun, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pandu Yunianto memprediksi pada arus mudik Lebaran 2018 masih didominasi pengguna angkutan umum.
Rinciannya, jumlah masyarakat yang akan menggunakan bus sebanyak 8 juta orang, sepeda motor sebanyak 8,5 juta orang dan mobil pribadi sebanyak 3,72 juta orang. (*)