Wisata Indonesia

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 April 2019
Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta

Prosesi budaya saat akhir pekan minggu pertama bulan April di Yogyakarta (Foto: Instagram @kratonjogja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

YOGYAKARTA tak pernah sepi acara. Sederet acara budaya bakal digelar di Kota Pelajar dan Budaya ini pada akhir pekan. Acara ini diselenggarakan oleh Kraton Yogyakarta untuk memperingati 30 tahun Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bertahta.

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta
Rangkaian acara budaya Yogyakarta di bulan April (Foto: Instagram @kratonjogja)

Penghageng Tepas Tandha Yekti, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan peringatan kenaikan takhta Sri Sultan dikenal dengan istilah Tingalan Jumenengan Dalem. Acara ini berlangsung sejak 2 hingga 7 April 2019. Berikut rangkaian acara budaya Keraton Yogyakarta

1. Yasa Peksi Burak (Selasa, 2 April 2019)

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta
Hiasan berbentuk buraq yang dibentuk dari kulit jeruk, buah dan bunga (Foto: Instagram @kratonjogja)

Yasa Peksi Burak merupakan kegiatan membuat hiasan yang berbentuk seperti burung buraq, yaitu kendaraan Nabi Muhammad pada saat menerima perintah sholat.

Hiasan dibuat dari kulit jeruk, buah dan bunga di area Keputren. Sore hari selepas Ashar, hiasan bunga dan buah akan dibawa ke Masjid Gedhe dalam acara doa bersama yang dilakukan oleh Kawedanan Pengulon.

2. Ngebluk (Rabu, 3 April 2019)

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta
Prosesi budaya membuat adonan apem (Foto: Instagram @kratonjogja)

Ngebluk merupakan kegiatan membuat adonan apem. Bertempat di Bangsal Sekar Kedhaton, Ngebluk akan dipimpin Permaisuri atau Puteri Raja tertua. Proses pengadukan adonan apem (jladren) menimbulkan suara “bluk”, sehingga prosesi ini disebut Ngebluk.

3. Ngapem (Kamis, 4 April 2019)

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta
Prosesi lanjutan dari prosesi ngebluk di hari sebelumnya (Foto: Instagram @kratonjogja)

Setelah prosesi ngebluk, keesokan harinya rangkaian acara dilanjutkan dengan ngapem. Ngapem merupakan prosesi membuat kue apem. Konon asal kata Apem berasal dari bahasa Arab “afwan” yang artinya mohon maaf atau ampun.

Apem yang akan dibuat dibedakan menjadi dua ukuran, apem biasa yang berukuran kecil dan apem besar atau disebut Apem Mustaka. Apem dibuat untuk acara sugengan yang maknanya berdoa seraya memohon ampunan.

4. Sugengan (Jumat, 5 April 2019)

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta
Abdi dalem menyiapkan ubarampe (Foto: Instagram @kratonjogja)

Di Keraton Yogyakarta, Tingalan Jumenengan Dalem tidak selalu diperingati dengan resepsi yang menampilkan Tari Bedhaya. Akan tetapi, wajib bagi keraton untuk mengadakan doa bersama atau selamatan (sugengan).

Upacara sugengan dilaksanakan di Bangsal Kencana dengan didahului arak-arakan. Abdi Dalem menyiapkan ubarampe (perlengkapan) Labuhan untuk disemayamkan di Gedhong Prabayeksa.

5. Antaran Labuhan (Sabtu, 6 April 2019)

(Video: YouTube/Kraton Jogja)

Labuhan adalah prosesi pemberian ubarampe ke sejumlah lokasi. Seluruh ubarampe yang telah dipersiapkan diarak dari Gedhong Prabayeksa menuju ke Bangsal Srimanganti untuk diberangkatkan ke masing-masing petilasan. Pagi hari sekitar pukul 08:00 semua ubarampe akan diberangkatkan dari Bangsal Sri Manganti.

Selanjutnya, Utusan Dalem akan menyerahkan ubarampe Labuhan ke pemerintah daerah tempat dimana lokasi Labuhan akan berlangsung. Ubarampe Labuhan Parangkusuma akan diserahterimakan di Kecamatan Kretek Bantul. Kemudian ubarampe labuhan akan dilarungkan (dihanyutkan) ke Pantai Parangkusuma.

6. Prosesi Labuhan (Hari Minggu, 7 April 2019 pagi hari)

Catat, Acara Budaya Menarik Saat Berakhir Pekan di Yogyakarta
Prosesi Labuhan (Foto: Instagram @kratonjogja)

Ubarampe Labuhan Merapi akan diserahterimakan di Kecamatan Depok & Cangkringan, Sleman. Kemudian akan dipersembahkan ke Gunung Merapi oleh para abdi dalem. Sedangkan ubarampe Labuhan Lawu akan diserahterimakan di Kantor Sekda Karanganyar dancKecamatan Tawangmangu.

GKR Hayu melanjutkan adapula sejumlah acara diluar acara adat. Diantaranya Penutupan Pameran Naskah Keraton Yogyakarta ‘Merangkai Jejak Peradaban NagariNgayogyakarta Hadiningrat.

"Acara akan dilaksanakan pada Sabtu, 6 April 2019, pukul 19.00-21.00 WIB." Kata putri keempat Sri Sultan HB X ini. Keseluruhan prosesi ini akan disiarkan secara langsung melalui Youtube dan Periscope @kratonjogja (*)

Laporan dari Ika kontributor merahputih.com untuk wilayah DI. Yogyakarya dan sekitarnya

#Yogyakarta #Wisata Yogyakarta #Kota Yogyakarta #Budaya Jawa
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan