Kesehatan

Cara Merawat Mata Saat Bekerja dari Rumah Menurut Pakar

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 15 Januari 2022
Cara Merawat Mata Saat Bekerja dari Rumah Menurut Pakar

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang menghabiskan waktu di depan layar ponsel. (Foto: Pexels/Vlada Karpovich)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASA pandemi COVID-19 mengakibatkan banyak orang bekerja dari rumah. Jadi tak heran kalau rutinitas sehari-hari kebanyakan dihabiskan di depan layar monitor atau layar ponsel. Belum lagi jika terpaksa harus lembur, sehingga membuat mata semakin lelah. Dalam jangka panjang tentu menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan mata.

Dilansir dari pinkvilla, Dr Tushar Grover, Direktur Medis, Vision Eye Centre, New Delhi mengatakan rutinitas yang terjadi selama pandemi kebanyakan dengan bekerja dari rumah dan melibatkan waktu yang cukup tinggi untuk melihat layar monitor. Orang-orang harus bisa menjaga keseimbangan waktu antara fokus pada layar dan mengalihkan pandangan dari layar.

Baca juga:

Jangan Tunda Periksa Dokter Mata Jika Sudah Muncul Gejala Rabun Jauh

“Menatap layar selama berjam-jam jelas tidak dianjurkan. Harus melakukan istirahat secara berkala. Seseorang harus menjaga jarak yang wajar pada layar komputer atau laptop yang sedang digunakan. Laptop juga harus ditempatkan di ruangan yang cukup terang,” ungkap Grover.

Melihat layar ponsel secara terus menerus akan menyebabkan kelelahan. (Foto: pexels/Marcus Aurelius)
Melihat layar ponsel secara terus menerus akan menyebabkan kelelahan. (Foto: Pexels/Marcus Aurelius)

"Pada saat yang sama, seseorang harus menyesuaikan kecerahan dan kontras layar untuk tampilan layar yang nyaman sambil mengesampingkan silau. Berada di dalam ruangan juga berarti bahwa orang-orang harus mengalami lebih sedikit cahaya alami. Jadi, seseorang harus membiarkan cahaya alami yang cukup untuk di dalam ruangan,” lanjutnya.

Baca juga:

Memberdayakan Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Sektor Ekonomi

Mata yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Diet bergizi seimbang memiliki banyak manfaat termasuk juga untuk kesehatan mata. Beberapa makanan yang bisa menjaga kesehatan mata diantaranya wortel, ubi jalar, aprikot, jeruk, lemon, jeruk bali, tomat, stoberi, almond, ikan, kacang-kacangan dan sayuran berdaun. Selain itu penting juga untuk meminum 8-10 gelas air sehari untuk menjaga hidrasi tubuh.

Istirahatlah sesekali agar mata tidak menjadi lelah dan terhindar dari pusing. (Foto: pexels/Andrea Piacquadio)
Istirahatlah sesekali agar mata tidak menjadi lelah dan terhindar dari pusing. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Agar mata tidak cepat lelah kamu bisa melakukan olahraga mata. Ada banyak cara seperti memalingkan muka, mengedipkan mata dan memfokuskan pandangan pada objek lain.

Menjadi paling penting adalah latihan 20-20-20. Setiap 20 menit, seseorang yang melihat layar monitor harus melihat ke arah lain sejauh 20 kaki setidaknya selama 20 detik. Hal ini dilakukan agar menghindari sakit kepala dan juga untuk mengistirahatkan mata.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa melakukan kompres air hangat untuk membantu meningkatkan kualitas air mata dan memberikan kesegaran. Ada beberapa cara juga yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata.

Hindari merokok, serta pakai kacamata atau gunakan lensa atau kacamata khusus yang tepat sesuai saran dokter. Berikan juga istirahat yang cukup pada mata dan melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke dokter mata.

“Pemeriksaan mata tahunan dapat membantu mendeteksi kondisi mata secara tepat waktu, sehingga mata bisa mendapat perawatan yang tepat,” ungkap Grover. (Pid)

Baca juga:

Resolusi Terbaik Kesehatan adalah Meningkatkan Energi Tubuh

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan