Cap Go Meh Bogor 2018, Pesta Rakyat Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 02 Maret 2018
Cap Go Meh Bogor 2018, Pesta Rakyat Indonesia

Atraksi Langliong (dialek Hokkian) atau yang lebih dikenal liong (naga) saat Pesta Budaya Cap Go Meh 2018 Bogor di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Jawa Barat. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"Kekeluargaan adalah suatu paham yang statis, tetapi gotong royong menggambarkan suatu usaha, satu amal, satu pekerjaan.. satu karyo, satu gawe. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagian semua," kata Ir Sukarno (1901-1970).

SEPERTI itu pula yang terjadi dan dirasakan oleh masyarakat Kota Bogor dalam perayaan Pesta Budaya Cap Go Meh 2018. Terlepas dari suku, agama, dan ras tertentu, warga Bogor justru saling bahu-membahu menyukseskan acara tahunan tersebut

Dalam kegiatan itu, baik etnis Tionghoa maupun Sunda bersatu padu merangkai kegiatan yang nyatanya sangat dinanti dan dinikmati oleh masyarakat Bogor serta daerah lainnya.

Bahkan, di tengah derai rintik air hujan yang riang membasahi bumi Pasundan, tak sedikit pun mengendurkan antusias masyarakat, panitia, dan tamu undangan untuk tetap menyaksikan acara itu.

Tak hanya orang dewasa, ratusan bocah juga tampak khusyuk menyaksikan beberapa atraksi budaya yang dilakukan oleh beberapa sanggar seni.

Ketua Panitia Pelaksana Cap Go Meh Arifin Himawan mengatakan, inti daripada kegiatan tersebut adalah tentang kebudayaan lokal, kebudayaan Tionghoa, sanggar seni, komunitas, dan atraksi dari luar daerah yang menampilkan seni dan budaya.

"Kegiatan ini sebenarnya adalah tentang budaya, bukan hanya agama atau etnis tertentu. Yang ditampilkan nanti ada tari-tarian yang jarang dilihat. Semua ini bertujuan untuk menaikan nilai pariwisata Kota Bogor," kata Arifin kepada Merahputih.com di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/3).

Selain itu, Arifin juga menjelaskan bahwa tujuan diadakan Pesta Budaya Cap Go Meh merupakan salah satu langkah orang-orang Tionghoa di Bogor untuk menjaga kebinekaan yang selama ini terjalin bersama masyarakat lokal.

"Kami ingin menjaga tradisi leluhur, yang di mana mengedepankan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita dipisah-pisahkan karena agama atau karena etnis tertentu," katanya.

Perayaan Cap Go Meh, kata Arifin, sudah berlangsung selama belasan kali. "Dan untuk kegiatan Cap Go Meh ini, sudah yang ke-16 kali," katanya.

Salah seorang peranakan Tionghoa yang juga pemerhati budaya, David Kwa menuturkan, pada awalnya Cap Go Meh hanya dirayakan oleh orang-orang Tionghoa. Sebab, ujar David, acara tersebut merupakan penutupan Tahun Baru Tionghoa, yang dirayakan secara public affair.

"Namun, perkembangan di Kota Bogor lain. Hubungan antaretnis begitu baik, sehingga apa salahnya kalau orang Tionghoa turut berbagi dengan etnis lainnya, sehingga kegembiraan bisa dirasakan semua warga," kata David saat dihubungi Merahputih.com.

"Bogor memang sudah maju selangkah dan layak menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia terkait masalah kebinekaan atau persatuan," tandasnya. (*)

#Cap Go Meh #Kota Bogor #Pawai Budaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Tambang di Bogor yang Ditutup Dedi Mulyadi Kembali Dibuka, Pemkab Berdalih Ekonomi Warga Harus Jalan
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Bogor bersama para pengusaha sepakat membangun jalan khusus angkutan tambang sepanjang 15 kilomete
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Tambang di Bogor yang Ditutup Dedi Mulyadi Kembali Dibuka, Pemkab Berdalih Ekonomi Warga Harus Jalan
Indonesia
Hujan di Wilayah Bogor Sejak Siang Bikin Debit Bendung Katulampa Sempat Naik dan Berada di Level Siaga 3
Masyarakat di bantaran Sungai Ciliwung diminta agar tetap siaga terhadap potensi peningkatan debit
Frengky Aruan - Jumat, 05 Desember 2025
Hujan di Wilayah Bogor Sejak Siang Bikin Debit Bendung Katulampa Sempat Naik dan Berada di Level Siaga 3
Berita Foto
Rencana Rute LRT Jabodebek akan Diperpanjang hingga Bogor
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek melintas jalur atas Tol Dalam Kota ruas Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 24 Oktober 2025
Rencana Rute LRT Jabodebek akan Diperpanjang hingga Bogor
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Sopir Tolak Penghentian Operasional Truk Tambang di Cigudeg Bogor
Massa yang terdiri dari sopir truk tambang dan keluarga mereka serta sejumlah anggota Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) melakukan aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas di Kawasan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025).
Didik Setiawan - Senin, 29 September 2025
Aksi Unjuk Rasa Sopir Tolak Penghentian Operasional Truk Tambang di Cigudeg Bogor
Indonesia
Sindikat di Bandung dan Bogor Jual Beras ‘Oplosan’ Kualitas Medium dengan Harga Premium, Konsumen Rugi Sampai Miliaran Rupiah
Enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga merugikan konsumen hingga miliaran rupiah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Agustus 2025
Sindikat di Bandung dan Bogor Jual Beras ‘Oplosan’ Kualitas Medium dengan Harga Premium, Konsumen Rugi Sampai Miliaran Rupiah
Indonesia
Penumpang Transjabodetabek Bogor-Blok M Tidak Bisa Turun Naik di Terminal Baranangsiang
modifikasi yang dilakukan adalah memindahkan titik penaikan dan penurunan penumpang Transjabodetabek P11 di Kota Bogor, yang semula di Cidangiang dan Terminal Barangnangsiang menjadi di Botani Square.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Juni 2025
Penumpang Transjabodetabek Bogor-Blok M Tidak Bisa Turun Naik di Terminal Baranangsiang
Indonesia
Legislator Samakan Mental Satpol PP Bogor dengan Preman, Geram Gerobak Pedagang Dihancurkan
Kebijakan Satpol PP Kota Bogor menghancurkan gerobak milik pedagang usai melakukan penertiban di Bogor Timur menuai reaksi keras dari kalangan anggota dewan
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Mei 2025
Legislator Samakan Mental Satpol PP Bogor dengan Preman, Geram Gerobak Pedagang Dihancurkan
Indonesia
Mekotekan: Warisan Budaya Bali Setelah Kuningan, Simbol Keberanian dan Tolak Bala
Upacara ini biasanya diikuti oleh ribuan peserta, yang terdiri dari perwakilan 15 banjar dengan rentang usia 12 hingga 60 tahun
Angga Yudha Pratama - Minggu, 04 Mei 2025
Mekotekan: Warisan Budaya Bali Setelah Kuningan, Simbol Keberanian dan Tolak Bala
Indonesia
Akibat Gempa Bogor, Belasan Rumah Alami Kerusakan
BNPB Kota Bogor melaporkan sejumlah kerusakan ringan akibat gempa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 April 2025
Akibat Gempa Bogor, Belasan Rumah Alami Kerusakan
Berita
10 Fakta Gempa Bogor: Dipicu Sesar Citarik dan Disertai Suara Dentuman
Fakta Gempa Bogor: 1. Terjadi pada Malam Hari, 2. Magnitudo 4,1, 3. Gempa Tektonik Kerak Dangkal, 4. Gempa Bertipe Geser, 5. Sesar Citarik,
ImanK - Jumat, 11 April 2025
10 Fakta Gempa Bogor: Dipicu Sesar Citarik dan Disertai Suara Dentuman
Bagikan