Candi Kalasan Segera Dipugar Total

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 17 Februari 2016
Candi Kalasan Segera Dipugar Total

Winston Mambo Kepala Badan Perlindungan Cagar Budaya Yogyakarta (Foto: MP/Fredy Wansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta Winston Mambo menyatakan pihaknya segera melakukan pemugaran total Candi Kalasan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta. Pemugaran akan dilakukan setelah penyusunan detail engineering design (DED).

"Tahun ini baru disusun DED-nya. Ini berdasarkan semua aspek, seperti lingkungan dan sirkulasi air," katanya saat ditemui merahputih.com di kantor BPCB, Jalan Yogyakarta Solo Km 15, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (17/2).

Pemugaran dilakukan mendesak karena bebatuannya yang mengkhawatirkan. Bahkan, papan peringatan telah terpasang di dasar bebatuan candi agar pengunjung tidak sembarangan menginjak bebatuan yang dinyatakan telah rapuh.

Candi Kalasan, Sleman, Yogyakarta akan dipugar total oleh Balai Perlindungan Cagar Budaya (Foto: MP/Flo)

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti menambahkan, posisi candi juga tidak baik lantaran berada di kawasan cekung. Akibatnya, air dari jalan raya sering mengalir dan menggenangi kawasan candi. "Tinggi airnya bisa 20 sampai 40 cm. Apalagi hujan deras begini, bisa sering-sering tergenang," paparnya.

Wahyu Astuti menambahkan, dalam hasil studi rencana pemugarannya, candi Buddha tertua di Pulau Jawa ini bakal ditutup kerangkeng. Namun, rencana tersebut tidak disepakati, karena pemugaran total jauh lebih baik. "Awalnya seluruh fisik candinya mau ditutup, kayak garasi gitu. Akhirnya disepakati pemugaran total aja," imbuhnya.(fre)

BACA JUGA:

  1. BPCB Yogyakarta Temukan Pagar Kuno Candi Prambanan
  2. Kampanyekan Cagar Budaya, BPCB Yogyakarta Manfaatkan Mobil Bioskop Keliling
  3. 2016, Yogyakarta Targetkan Lama Tinggal Wisatawan Meningkat
  4. Lama Tinggal Wisatawan di Yogyakarta Masih Rendah
  5. Yogyakarta Kembangkan Obyek Wisata Alam
#Wisata Candi Kalasan #Yogyakarta #Cagar Budaya #BPCB Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
Tim Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin, membenarkan temuan itu.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Bagikan