Cak Imin Ungkap Siap Berkartu Ganda dengan Partai Lain
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (Foto: MP/Fadhli)
MerahPutih.Com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan siapa yang bakal menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
Namun dia berharap siapapun yang menjadi pendamping Jokowi adalah orang yang loyal terhadap pemerintahan Jokowi.
"Tapi saya berharap hendaknya wakil presiden pak Jokowi dari kader partai yang mengerti dan menjadi back up penuh pada pemerintah," harap Muhaimin saat ditemui di Gedung Joeang 45, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (1/8).
Selain itu, kata Cak Imin, Cawapres Jokowi juga harus orang yang menerima dan menopang satu sama lainnya.
"Yang penting bisa saling menerima, saling menopang," imbuhnya.
Terkait hal itu, Cak Imin sendiri masih optimis akan dipilih Jokowi sebagai pendampingnya di Pilpres mendatang.
"Saya siap berkartu ganda dengan partai lainnya. Saya siap loyal sama PDIP, siap loyal sama Golkar siap loyal sama patai koalisi jika dipilih. Loyalitas saya loyalitas ke semua partai," tandasnya.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Rematch Jokowi vs Prabowo, Pengamat: Lain Dulu, Lain Sekarang
Bagikan
Berita Terkait
TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Cak Imin Nilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi UMKM
Tunjangan Hakim Naik Mulai 2026, PKB: Saatnya Bersihkan Mafia Peradilan
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Saat Retret Kabinet, Prabowo Berkelakar PKB dan Cak Imin Harus Diawasi
Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, PKB Harap Bisa Hasilkan Kebijakan yang Bikin Rakyat Sejahtera
Uji Kelayakan Calon Ketua DPW PKB, Gus Halim Tegaskan Pemimpin Wajib Tahu Diri
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Cak Imin Resmikan Groundbreaking Rekonstruksi Ponpes Al Khoziny, Tekankan Momentum Berbenah
SPPG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Cak Imin: Jangan Ada Bahan Impor
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan hanya Presiden Prabowo yang Bisa Memerintah Dirinya, Malah Minta Cak Imin dan Menteri Lain Ikut Bertobat