Busi, Diganti atau Dibersihkan?
Membersihkan busi jangan semabrangan. (Foto: Pixabay/6584691)
FUNGSI busi sangat vital bagi sebuah kendaraan. Tugas busi adalah mengubah percikan api dan membakar campuran bahan bakar serta udara, untuk menghasilkan tenaga yang digerakkan ke roda.
Tak mengherankan bila kendaraan semakin sering digunakan, performa busi pasti akan menurun. Tanda yang dapat dilihat melalui kasat mata, adalah ujung elektroda busi kotor berwarna hitam. Jika kondisinya sudah seperti ini, proses pembakaran menjadi terganggu.
Baca Juga:
Lalu jika sudah seperti ini, apakah langsung diganti atau bisakah dibersihkan? Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, mengatakan, membersihkan bagian elektroda busi yang kotor boleh saja dilakukan. Namun, tidak semua jenis busi bisa dibersihkan dan bisa kembali dipakai.
"Membersihkan busi dari kotoran, boleh saja, silakan dibersihkan. Tapi jika tujuannya membersihkan dari karbon tidak bisa," terang dia, beberapa waktu lalu. Karena menurut Diko, karbon menempel atau bersifat destruktif material.
Destruktif material adalah karbon yang masuk ke dalam bagian elektroda dan merusak dari dalam. Saat dibersihkan, permukaan kepala busi memang tampak bersih, akan tetapi. konstruksi dalam busi tetap terhambat oleh kerak karbon.
Baca Juga:
Diko memberikan contoh, sebuah tembok yang terkena air terus menerus, bagian cat akan terkelupas. Hal itu juga terjadi di busi. Biasanya pemilik motor membersihkan busi saat motor susah dinyalakan, padahal menurut Diko hal itu tanda busi sudah bermasalah, dan waktunya mengganti dengan yang baru.
Saat mengalami kondisi seperti itu, biasanya dibersihkan menggunakan ampelas atau sikat kawat. Cara seperti ini menurut Diko harus dihindari. Karena akan merusak lapisan elektroda, yang akan mengubah kerenggangan dan bisa menimbulkan missfire. "Boleh disikat tapi jangan pakai sikat kawat, mending pakai sikat gigi atau dilap-lap saja," terang Diko.
Membuka busi harus diperhatikan, salah membuka akan membuat keramiknya retak. Ini membuat busi tidak dapat dipakai lagi.
"Insulator fungsinya mencegah kebocoran arus tegangan tinggi yang dialirkan koil ke elektroda pusat busi. Jika insulator retak, bisa mengakibatkan bocornya arus listrik, aliran yang diperlukan untuk memercikkan busi tidak optimal. Bisa memicu terjadinya misfire atau proses pembakaran yang tidak sempurna. Selain itu, mesin akan sulit untuk dihidupkan," jelas Dino. (*)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Mengusung Filosofi Travel+, JETOUR T2 Siap Jadi Partner Adventure di Indonesia
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
5 Mobil SUV yang Meluncur di GJAW 2025, Ada Suzuki Grand Vitara hingga BJ30 Hybrid FWD