Kesehatan

Bumil Boleh Liburan ke Pantai?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 27 Desember 2020
Bumil Boleh Liburan ke Pantai?

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan bumil sebelum berlibur ke pantai. (Foto: Unsplash/Derrick McKinney)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA mengandung si kecil tentu moms jenuh kalau di rumah terus. Tenang, moms boleh kok liburan asalkan persiapannya tepat. Nah, boleh tidak bumil memilih pantai sebagai destinasi liburan? Tentu saja boleh.

Laman Alodokter mengatakan ada sejumlah persiapan yang harus moms lakukan sebelum refreshing ke pantai. Soalnya, kondisi tubuh moms saat hamil tidak normal seperti biasanya. Kulit moms lebih sensitif dan suhu tubuh mudah naik.

Baca juga:

Dampak Virus Corona Bagi Ibu Hamil dan Bayi

Jadi, persiapkan lima hal ini sebelum moms pergi ke pantai, misalnya:

1. Oleskan tabir surya

Gunakan tabir surya minimal SPF 30. (Foto: Unsplash/Muhammad Faris)

Bumil memiliki beberapa masalah kulit. Mulai dari terbakar, ruam, gatal, bercak hitam, hingga chloasma. Untuk mengatasi masalah kulit ini oleskan tabir surya minimal SPF 30. Aplikasikan kembali apabila moms terkena air atau tiap dua jam.

2. Batasi paparan sinar matahari

Jangan terlalu berjemur. (Foto: Unsplash/Deivid Oliveira)

Sudah menggunakan tabir surya bukan berarti moms bebas berjemur. Suhu tubuh saat hamil mudah meningkat, sehingga janin bisa mengalami dehidrasi. Lebih bahayanya lagi, paparan sinar UV membuat perkembangan sistem saraf janin terganggu. Apalagi ketika trimester pertama dan kedua kehamilan.

Lebih baik moms berteduh di bawah payung pantai. Tak ada salahnya pula mempersiapkan kipas elektrik portable. Alat ini sangat berguna untuk mendinginkan suhu tubuh moms yang meningkat.

3. Jaga tubuh terhidrasi

Jangan lupa minum moms. (Foto: Unsplash/Nathan Dumlao)

Di manapun moms berada tubuh harus tetap terhidrasi. Bawa air mineral dari rumah secukupnya, minimal dua liter. Selain air mineral, moms juga boleh mengonsumsi susu, jus, maupun minuman elektrolit untuk menjaga tubuh terhidrasi. Hindari kafein karena akan membuat moms dehidrasi.

Baca juga:

Ibu Hamil Rentan Terpapar COVID-19?

4. Bawa kompres dingin

Siapkan kompres agar suhu tubuh stabil. (Foto: Unsplash/Tania Melnyczuk)

Suhu tubuh bumil bisa meningkat kapan saja saat berada di pantai. Oleh karena itu, jangan lupa bawa kompres dingin. Kompres bagian tubuh seperti dahi, tengku, atau kepala agar suhu tubuh stabil.

5. Tidak masalah berenang

Berenang baik untuk mengurangi nyeri pinggul bawah. (Foto: Unsplash/Karl Fredrickson)

Tidak masalah jika moms ingin berenang. Tapi lihat dulu situasinya ya. Jangan berenang di tempat dalam atau menggunakan gaya sulit. Apalagi dekat ombak yang tinggi. Berenang saat hamil mampu mengurangi nyeri pinggul bawah yang terjadi ketika ukuran janin makin besar. (ikh)

Baca juga:

Ini yang Harus Diketahui Bumil Selama Pandemi COVID-19

#Kesehatan #Ibu Hamil #Kesehatan Ibu Hamil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan