Bulog Divre Sultra Dukung Penetapan Harga Beras
Ilustrasi. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Budan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sulawesi Tenggra mendukung penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras yang dikeluarkan pemerintah, yakni sebesar Rp 9.450 khusus untuk beras medium dan Rp 12.800 untuk beras premium.
Kepala Bulog Divre Sultra La Ode Amijaya Kamaluddin mengatakan, dengan adanya penetapan harga eceran tertinggi beras, maka peredaran perdagangan beras bisa lebih terkontrol.
"Artinya, kalau harga tertinggi beras hampir sama di semua daerah, maka beras lokal kemungkinan hanya akan banyak beredar di dalam daerah sehingga kita akan lebih banyak surplus," kata Amijaya di Kendari, Senin (11/9).
Adanya kebijakan penetapan HET beras, kata dia, diperkirakan akan meningkatkan serapan gabah atau serapan beras petani di daerah itu.
"Momentum ini kami manfaatkan untuk lebih fokus melakukan penyerapan beras lokal, karena akan kurang pedagang yang mengirim beras ke luar Sultra akibat harga beras sudah diawasi," katanya.
Amijaya mengaku, sudah berkoordinasi dengan unit-unit Bulog di kabupaten kota dan para mitra Bulog dalam pengadaan beras untuk mempercepat penyerapan agar target bisa direalisasikan.
"Target penyerapan beras lokal bisa tercapai hingga akhir tahun 2017. Target penyerapan beras lokal 2017 sebanyak 25.000 ton, dari jumlah target penyerapan itu kami baru bisa menyerap beras sekitar 13.000 ton," katanya. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah
70 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Cadangan Beras Disiapkan 120 Ribu Ton
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Bansos Pangan di Daerah Bencana Dipercepat, Beras 34 Juta Kg dan Minyak Goreng 6,8 Juta Kg
Bulog Tambah Pasokan Beras ke Dearah Bencana Sumatra, Pastikan Kebutuhan Tercukupi
Modus Beras dan Gula Impor Ilegal Pakai Pelabuhan Free Trade Zone
Tanggapan Mendag dan Bea Cukai Soal 250 Ton Beras Impor di Aceh
Mentan Larang 1 Liter Pun Beras Impor Masuk Pasar Indonesia
250 Ton Beras Ilegal dari Thailand Masuk Indonesia, Komisi IV DPR Minta Usut Tuntas
Begini Proyesi Produksi Beras, Jagung, Kopi dan Daging di 2026 Versi Kementan