MerahPutih.com - Lukas Graham resmi merilis album terbarunya, Good Times, melalui Virgin Music Group. Berisi 13 lagu, album ini menjadi perjalanan Lukas untuk kembali pada akar musikal yang membentuk dirinya sejak kecil di Kopenhagen.
Tradisi Celtic dan folk menjadi fondasi utama dalam rilisan tersebut. Keduanya kemudian dipadukan dengan pendekatan storytelling, instrumen akustik, serta pengaruh musik Irlandia yang telah lama menjadi bagian penting dalam perjalanan bermusiknya.
Rilis Album Jelang Tur Bersama Ed Sheeran
Perilisan Good Times berlangsung sehari sebelum Lukas Graham tampil sebagai tamu spesial dalam sejumlah konser Ed Sheeran di Amerika Utara melalui rangkaian Loop Tour 2026.
Tur tersebut dijadwalkan dimulai pada 15 Agustus di U.S. Bank Stadium, Minneapolis, Minnesota.
Bersamaan dengan album tersebut, Lukas turut memperkenalkan Before You Go, salah satu lagu paling personal yang terdapat dalam Good Times.
Lagu tersebut ditulis pada 2019 untuk sahabat lamanya, Thomas, yang selama bertahun-tahun hidup dengan penyakit kronis hingga kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Baca juga:
Kisah Persahabatan di Balik 'Before You Go'
Menjelang sebuah operasi otak yang berpotensi membuat Thomas kehilangan indra perasanya, ia meminta Lukas untuk membawanya mengikuti perjalanan tur ke Korea dan Jepang.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan keduanya untuk menikmati berbagai pengalaman yang selama ini ingin dilakukan Thomas, mulai dari mengunjungi tempat-tempat baru hingga mencicipi makanan yang diimpikannya.
Lukas kemudian menuangkan perjalanan tersebut ke dalam sebuah lagu, tetapi memilih menyimpannya selama beberapa tahun.
Ia berjanji kepada Thomas bahwa Before You Go hanya akan diperdengarkan kepada publik ketika Thomas sendiri telah menentukan waktunya.
Beberapa tahun kemudian, Thomas meminta Lukas membawakan lagu tersebut di pemakamannya.
Untuk pertama kalinya, Before You Go dinyanyikan di hadapan publik di sebuah gereja yang sama dengan tempat Lukas memakamkan ayahnya.
Sejak saat itu, lagu tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam penampilan live Lukas.
Ini (Before You Go) adalah lagu yang dimaksudkan untuk dinyanyikan bersama, meskipun belum ada yang mengenalnya,
Lukas Graham.
Kembali ke Masa Kecil di Kopenhagen
Nuansa nostalgia, kehilangan, persahabatan, dan hubungan antarmanusia menjadi benang merah yang mengikat Good Times.
Album ini dibangun dari pengalaman hidup, warisan keluarga, serta berbagai refleksi yang diperoleh Lukas selama perjalanan kariernya.
Lukas juga kembali menengok masa kecilnya di Christiania, Kopenhagen, sebuah kawasan yang dahulu merupakan pangkalan militer terbengkalai dan kemudian berkembang menjadi komunitas alternatif yang dikenal bebas dan penuh kehidupan.
Di tempat tersebut, ayahnya, Eugene, seorang pencinta musik yang berasal dari Donegal, kerap mengundang musisi folk dari berbagai wilayah Skandinavia.
Lingkungan inilah yang memperkenalkan Lukas pada musik roots sekaligus nilai kebersamaan yang kemudian menjadi bagian penting dari album terbarunya.
Baca juga:
Lukas Graham Kembali ke Akar Musik lewat Single Baru 'Good Times'
Libatkan Musisi Folk dari Nashville dan New York
Dalam proses rekamannya, Lukas bekerja bersama sejumlah musisi di Nashville dan New York.
Beberapa di antaranya memiliki hubungan langsung dengan Eugene maupun komunitas musik folk yang membesarkan Lukas.
Mereka termasuk Michael McGoldrick, pemain uilleann pipes dan flute Irlandia; bassist Sam Grisman; Tim O’Brien pada mandolin dan vokal pendukung; Stuart Duncan pada biola; serta Brian Sutton pada gitar.
Keterlibatan para musisi tersebut membuat fondasi Good Times semakin kuat dalam tradisi Celtic, bluegrass, dan musik akustik yang telah menemani Lukas sejak kecil.
Orang-orang yang dikenal ayahku. Orang-orang yang pernah tidur di sofa di ruang tamu rumah ibu dan ayahku. Bagi saya, sangat penting untuk bisa melibatkan beberapa musisi ini dan membangun hubungan budaya tersebut,
Lukas Graham.
Materi Album Sudah Diperkenalkan Sebelumnya
Sebelum album dirilis penuh, Lukas telah memperkenalkan beberapa materi dari Good Times.
Salah satunya adalah lagu utama yang menjadi pembuka album dan langsung membawa energi ceria serta semangat kebersamaan.
Ada pula Second Chance, yang berbicara mengenai menerima kesalahan, memberikan ruang bagi perubahan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca juga:
Lukas Graham Kembali ke Akar Folk lewat Single 'To Know A Girl', Simak Liriknya
Album ini sebelumnya diperkenalkan melalui To Know A Girl, lagu dengan dominasi suara banjo, vokal yang ekspresif, serta bagian reff yang kuat.
Keseluruhan materi tersebut memperlihatkan bagaimana Lukas Graham merangkai pengalaman personal dan akar musik masa kecilnya menjadi sebuah karya yang hangat, reflektif, sekaligus penuh rasa kebersamaan. (Far)