Buka Puasa Bukan Sekadar Manis
Buka puasa juga harus perhatikan kadar nutrisi di dalamnya. (Foto: Unsplash/Mae Mu)
KETIKA berbuka puasa, banyak orang yang langsung lahap memakan makanan yang tersedia, tanpa memikirkan nutrisi yang ada di dalamnya. Padahal, waktu berbuka merupakan hal penting yang harus dipikirkan benar-benar, bukan sekadar kenyang, tapi juga bernutrisi bagi tubuh.
Baca juga:
Mitos Saat Berpuasa Ini Tidak Benar
Dikutip dari Antara, Sabtu (25/3) Pakar kesehatan dr Fanny R Imannuddin, M. Biomed (AAM), ABAARM menyarankan kepada mereka yang baru saja berbuka untuk memilih buah segar, karena mengandung banyak nutrisi seperti serat saat berbuka puasa dibandingkan hanya memakan hidangan yang sekadar manis saja.
“Sebaiknya kita konsumsi yang tingkat seratnya tinggi, kadar vitamin juga cukup baik sebagai tambahan antioksidan. Jadi bukan sekadar gula yang diproses,” ucap Fanny.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan saat berbuka puasa, orang-orang memerlukan glukosa karena lebih cepat dicerna atau diserap tubuh. Glukosa ini bisa berasal dari beragam sumber, antara lain buah-buahan, nasi, tepung, hingga ubi yang akan berubah menjadi 12 unit energi. Di antara pilihan tersebut, buah adalah yang paling disarankan.
Selain itu, Fanny mengingatkan orang-orang untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya saat berbuka puasa dan sahur supaya detoksifikasi atau upaya menetralisir racun yang menjadi salah satu manfaat berpuasa selama Ramadan, bisa berjalan dengan maksimal.
“Kalau pemberian nutrisi saat sahur yang tidak sehat, maka proses detokfisikasi tidak maksimal. Mungkin lebih banyak karbohidratnya, protein, atau makanan yang sifatnya hanya manis saja. tubuh butuh nutrisi yang lengkap, seimbang,” jelasnya.
Baca juga:
Tetap Produktif Hingga Buka Puasa, Nih Jurusnya!
Sebenarnya, tubuh seseorang melakukan detokfikasi sendiri. Namun, proses ini terganggu karena pola nutrisi dan kebiasaan hidup tak sehat termasuk kurang minum air putih, sering mengonsumsi makanan cepat saji dan olahan, kurang tidur hingga stress yang cukup tinggi.
“Puasa ini pengaturan sebenarnya supaya tubuh kita bisa melakukan proses detoksifikasinya dengan lancar, kurang lebih sekitar 12-14 jam,” tambah Fanny.
Perlu diketahui bahwa tubuh membutuhkan tidur setidaknya tujuh jam dan seseorang disarankan tidur setidaknya empat jam setelah makan malam. Setelah makan tubuh akan memproduksi insulin, oleh karena itu jangan langsung dibawa tidur. Bila iya maka liver tidak bisa memproduksi secara alami untuk proses detoksifikasinya. (far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit