Merahputih.com - Insiden 'sundulan' Zinedine Zidane terhadap Marco Materazzi pada Final Piala Dunia 2006 kembali menjadi sorotan publik setelah Gianluigi Buffon merilis pengakuan mengejutkan lewat buku terbarunya berjudul "Saved".
Penjaga gawang legendaris asal Italia membedah dengan gamblang bagaimana detik-detik peristiwa ikonik di Stadion Olimpiade Berlin itu terjadi dan mengubah sejarah sepak bola dunia.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Enggak Ada Angin dan Hujan, Tiba-Tiba Zinedine Zidane Tangani Timnas Indonesia
Suara Benturan yang Menghentikan Pertandingan
Buffon berdiri hanya berjarak sekitar 15 meter saat kepala Zidane menghantam dada Materazzi dengan telak.
Mantan kapten timnas Italia itu mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras di tengah keriuhan stadion.
Buffon menjadi pemain pertama yang bereaksi secara agresif dengan berlari menghampiri wasit serta asistennya untuk melaporkan tindakan brutal sang maestro Prancis.
Meskipun hanya Buffon yang menyaksikan momen tersebut secara langsung dari sudut pandang pemain, aksi protes kerasnya berhasil menghentikan jalannya laga.
Wasit akhirnya memberikan kartu merah kepada Zidane setelah berkonsultasi dengan ofisial pertandingan, yang sekaligus menandai akhir tragis karir sepak bola sang legenda.
Rasa Iba dan Bentuk Penghormatan Terakhir
Dalam wawancara bersama The Guardian, Buffon mengungkapkan perasaan dilematis yang menyelimuti hatinya saat melihat Zidane berjalan keluar lapangan.
Ia menyadari bahwa pertandingan tersebut merupakan panggung terakhir bagi salah satu pemain terbaik dunia.
Ada rasa kasihan yang muncul karena karir segemilang Zidane harus ternoda oleh aksi emosional di menit-menit krusial.
Baca juga:
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
"Perasaan campur aduk menyelimuti hati saya saat itu. Saya merasa iba karena karir gemilang Zidane harus berakhir dengan cara yang tidak diinginkan," ungkap Buffon dalam kutipan bukunya.
Hingga saat ini, Buffon dan Zidane sering bertemu dalam berbagai kesempatan formal maupun santai. Namun, Buffon menegaskan bahwa keduanya tidak pernah sekalipun menyinggung soal insiden tandukan tersebut.
Baginya, memilih diam adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada Zidane, mengingat peristiwa itu kemungkinan besar menjadi kenangan yang menyakitkan bagi sang maestro.