Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Buah Kompleksitas Asmara Seorang Tanjung Tertuang dalam Debut EP

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 22 Mei 2023
Buah Kompleksitas Asmara Seorang Tanjung Tertuang dalam Debut EP

Tanjung rilis 'Soon or Later'. (Foto: Dok/Tanjung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERAGAM kompleksitas dari hubungan dan cinta bisa saja menginspirasi banyak orang. Salah satunya adalah musisi asal Bekasi, Tanjung yang merilis debut mini album bertajuk Sooner or Later yang terdiri dari lima lagu dan menggali isu tentang asmara.

Dalam Sooner or Later Tanjung merekam sebuah kehangat dan kelembutan dalam Making Memories, You and Me, dan Always hingga. rasa tidak ketidakpastian dan keterasingan dalam Sooner or Later, Will I Realise? dan Losing Touch.

Baca juga:

Akhirnya KOIL Rilis Single Terbaru Setelah 16 Tahun Tertunda

“Judulnya merupakan pengingat bahwa jawaban dari segala pertanyaan cinta akan datang pada waktunya sendiri,” ungkap Tanjung dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Minggu (21/5).

Lebih lanjut, bisa dikatakan bahwa Sooner or Later adalah proyek personal dan introspektif seorang Tanjung yang menunjukkan kepiawaian dirinya dalam bermusik dan keberaniannya dalam menjelajahi kompleksitas cinta.

Selain itu, mini album ini menjanjikan, dan diyakini akan mengunggah perasaan para pendengar yang ingin merenungkan kembali kenangan asmara masa lalu atau menavigasi kompleksitas hubungan saat ini.

Untuk menghidupkan tema dualitas dalam Sooner or Later, kampanye pemasaran EP ini akan menampilkan serangkaian visual psikedelik yang menggabungkan gambar dunia nyata dengan elemen imajinatif, mencerminkan dualitas cinta sebagai pengalaman nyata namun juga surreal.

“Aku berharap bisa memberikan pengalaman yang memikat dan menggugah yang mampu mengajak audiens masuk ke dalam dunia Sooner or Later dan bersama mengeksplorasi kompleksitas cinta yang menyertainya,” jelas Tanjung.

Baca juga:

Bicara Soal Bentuk Tubuh, Hindia Rilis 'Perkara Tubuh'

Selain dalam format digital, kelima nomor juga dihadirkan dalam format video lirik serta video musik yang bisa disaksikan melalui kanal YouTube-nya. Setelah ini, sang solois merencanakan rangkaian tur melewati Jabodetabek hingga Jawa dan Bali dalam waktu dekat.

Sebelumnya Making Memories menjadi garis terakhir sebelum Tanjung merilis debut mini albumnya ini. Single keempat tersebut membawa cerita seputar indahnya jatuh cinta dan perasaan-perasaan bahagia lain yang menyelimuti prosesnya.

“Buah penggabungan kedua elemen psychedelic pop dan alternative rock, Making Memories diharapkan mampu menjadi soundtrack bagi siapapun yang sedang merajut kenangan indah bersama orang tersayang,” pungkas Tanjung. (far)

Baca juga:

Jevin Julian Gandeng Kara Chenoa di 'the a.m flow'

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan