MerahPutih.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menegaskan terus mebingkatkan penyaliran kredit untuk mendukung program prioritas pemerintah.
Beberapa program prioritas di antaranya kredit usaha rakyat, kredit rumah bersubsidi, serta membiayai pembangunan operasional dapur makan bergizi gratis.
Dalam pembiayaan bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, BS telah menggelontorkan dana senilai Rp 198 miliar hingga triwulan I 2026.
"Mendukung operasional kurang lebih sekitar 211 dapur MBG (Makan Bergizi Gratis),” ujar Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah di Jakarta, Selasa.
Baca juga:
BGN Buka Suara soal Ratusan Dapur MBG di Jakarta Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan
Ia menyatakan, pihaknya juga memberikan layanan virtual account (VA) serta cash management system untuk membantu kegiatan operasional harian SPPG.
Melalui layanan tersebut, perseroan telah mampu menjangkau lebih dari 1.600 dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut yang mayoritas berlokasi di Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain program MBG, Grandhis menyampaikan, perseroan juga mendukung pengembangan koperasi, UMKM, dan usaha produktif lainnya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Penyaluran kredit tersebut telah mencapai Rp 2,61 triliun dengan jumlah penerima manfaat 17.732 nasabah selama kuartal I tahun ini.
“Untuk program KUR, total outstanding-nya sampai dengan hari ini kurang lebih sekitar Rp25,7 triliun,” ucap Grandhis.
Sedangkan terkait program 3 Juta Rumah, pihaknya memberikan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp 145,7 miliar kepada 894 nasabah sepanjang Januari-Maret 2026, dengan outstanding mencapai Rp 5,72 triliun.
Selanjutnya, perseroan juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi nasabah UMKM.
Grandhis menuturkan, selama triwulan I 2026, pihaknya telah memberikan pembiayaan pada supply side sejumlah Rp4,7 miliar kepada pihak pengembang (developer).
Sementara penyaluran KPP kepada nasabah UMKM sebagai demand side mencapai Rp360 miliar bagi 1.131 nasabah pada periode tersebut.
Program pemerintah lainnya yang juga didukung oleh BSI adalah pengembangan ekosistem bulion atau bank emas.
Bank BUMN syariah tersebut pun menjadi bank emas pertama yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. (*)