BRIN Bangun Platform Pemantauan Kondisi Bencana Hidrologi
Arsip Foto - Pantauan udara kondisi bencana banjir yang menggenangi sejumlah rumah warga di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (7/5/2024). ANTARA/HO-BNPB
MerahPutih.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membangun platform berbasis satelit penginderaan jauh yang dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi bencana hidrologi di berbagai daerah atau platform Geomino.
Rancangan platform Geomimo itu dalam ajang Forum Air Sedunia Ke-10 yang berlangsung di Bali pada 23 Mei 2024.
Kepala Pusat Riset Geoinformatika, Rokhis Khomarudin mengatakan, platform teknologi itu bernama Geomimo yang merupakan akronim dari Geoinformatika Multi-Input dan Multi-Output.
"Kami telah menggunakan platform-platform ini untuk membangun sistem pemantauan bencana terkait air," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (24/5).
Baca juga:
BRIN Kembangkan Pendeteksi AI Ladang Ganja Berbasis Satelit
Geomimo merupakan sebuah platform yang berfungsi untuk mengumpulkan data satelit penginderaan jauh dan geospasial (multi input), kemudian diolah dan dianalisis secara otomatis untuk menghasilkan berbagai informasi (multi output).
Geomimo akan fokus pada riset dan pengembangan sistem untuk ketahanan pangan, lingkungan, kebencanaan, perhitungan emisi gas rumah kaca, serta isu strategis lainnya, seperti penangkapan ikan ilegal, penanaman ganja ilegal, dan isu pertahanan serta keamanan. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan, Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Longsor di Gunung Slamet Dibantah Akibat Aktivitas Penambangan
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
40 Tenaga Kerja Lokal Dikerahkan Buat Pulihkan Sumatera dari Dampak Bencana