MerahPutih.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp 31,47 triliun atau Rp 209 per saham.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, keputusan pembagian dividen tunai ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, dengan didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.
“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery.
Pembagian dividen mengacu pada kinerja keuangan laba konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 56,65 triliun.
Baca juga:
PT Freeport Indonesia Gelontorkan Rp 187 Triliun Dari Dividen dan PNBP ke Pemerintah
Perseroan menyampaikan, penetapan dividen final ini juga telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan.
Hery menambahkan, pembagian dividen tidak hanya mencerminkan kinerja perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” tutup Hery.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (10/4), BRI menetapkan total dividen sebesar Rp 52,1 triliun atau sebesar Rp 346 per saham.
Jumlah tersebut termasuk dividen interim Rp 20,6 triliun atau Rp 137 per saham yang telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada 15 Januari 2026.