Relationship

Breadcrumbing, ketika Hubunganmu Terasa Digantungkan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 12 Juni 2024
Breadcrumbing, ketika Hubunganmu Terasa Digantungkan

Waspadai tanda kamu terjebak dalam tindakan breadcrumbing.(Foto: Unsplash/Freestocks)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - HUBUNGAN yang berkembang dalam ketidakpastian pastilah membuatmu merasa serbasalah. Si dia datang dan pergi sesuka hati. Hati-hati, bisa jadi nih, kamu sedang terjebak dalam tindakan breadcrumbing.

Psychology Today menyebut breadcrumbing merupakan tindakan mengatur seseorang dan menjaga harapan seseorang melalui bujukan dan godaan kecil. Namun, pelaku breadcrumbing akhirnya akan mengecewakan pasangannya dengan harapan palsu, janji kosong, dan mengabaikannya. Biasanya pelaku breadcrumbing memiliki unsur-unsur narsisisme, manipulatif, dan suka berkhianat.

Sebelum kamu terperosok makin dalam, yuk cek tanda breadcrumbing dalam suatu hubungan.


1. Merasakan roller coaster emosi dan ketidakpastian

Mereka yang merasakan breadcrumbing sering mengalami roller coaster emosional. Seperti merasakan kekecewaan yang besar dalam beberapa waktu karena adanya harapan palsu dari breadcrumber, kemudian merasakan adanya kebingungan serta keraguan dalam diri mereka.

Korban breadcrumbing mungkin mulai mempertanyakan bahkan menyalahkan diri mereka sendiri atas pengabaian yang dilakukan pelaku. Seperti, 'apa aku melakukan suatu hal yang salah?' atau 'apakah saya bertindak tidak sesuai?'.

Baca juga:

7 Perhatian Kecil yang Bikin Hubungan Langgeng


2. Ketergantungan


Dalam banyaknya kasus yang ada, breadcrumbing dapat memengaruhi ketergantungan relasional seseorang. Beberapa korban breadcrumbing mungkin akan berusaha lebih keras untuk menjadi seseorang yang menyenangkan dan membuktikan value yang mereka miliki, persis seperti yang diinginkan si pelaku. Sayangnya, korban tak menerima pengakuan dan balasan.


3. Menunggu

Korban breadcrumbing akan selalu menunggu. Seperti menunggu pelaku mengirim pesan teks, menelepon, menindaklanjuti janji yang sudah lama dibicarakan, atau menunggu mendapatkan komitmen dalam suatu hubungan. Dalam hal ini, terciptalah dinamika yang tentunya sangat tidak sehat dan tidak adil. Hal tersebut karena breadcrumber memegang kekuasaan penuh atas korban, seperti perhatian, penerimaan, dan juga persetujuan. Sementara itu, korban hanya mengikuti dan menuruti apa yang diminta pelaku.


4. Merasa Dimanfaatkan dan Dimanipulasi


Sebenarnya, banyak korban breadcrumbing yang sadar bahwa mereka sedang 'digantung' dan ;dipermainkan'. Namun, mereka memilih untuk terus bertahan dalam hubungan tersebut. Hal tersebut dilakukan biasanya untuk menghindari kenyataan yang menyakitkan, seperti mengetahui bahwa pelaku sudah benar-benar tidak peduli lagi dengan mereka.


5. Kesepian dan hampa


Tentunya dengan adanya kondisi tersebut, korban breadcrumbing akan merasa kesepian, putus asa, depresi, dan mungkin saja lama-kelamaan bisa merasakan hampa yang sangat mendalam. Hampa dan kekosongan yang berasal dari kurangnya substansi sejati dalam suatu hubungan.(*)

Baca juga:

10 Tanda Terjebak HTS

#Relationship
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Buat Calon Pengantin nih, Rekomendasi 5 Restoran Terbaik untuk Wedding Venue di Jakarta
Menyewa restoran jadi pilihan terbaik untuk mewujudkan resepsi wedding yang sarat makna dan intim.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Februari 2025
Buat Calon Pengantin nih, Rekomendasi 5 Restoran Terbaik untuk Wedding Venue di Jakarta
Lifestyle
Gen Z Spill 2 Tantangan sebelum Menikah, Ekspektasi Orangtua dan Biaya
Keterbatasan bujet menjadi tantangan yang paling banyak diungkap, yakni oleh 59 persen calon mempelai yang menjadi responden.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Februari 2025
Gen Z Spill 2 Tantangan sebelum Menikah, Ekspektasi Orangtua dan Biaya
Lifestyle
5 Tanda si Dia Effort dalam Hubunganmu
Effort membutuhkan kerja sama.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Januari 2025
5 Tanda si Dia Effort dalam Hubunganmu
Lifestyle
3 Tanda Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan, Tinggalkan Saja
Lebih baik tidak perlu memperjuangkan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Desember 2024
3 Tanda Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan, Tinggalkan Saja
Lifestyle
Pentingnya Komitmen untuk Bikin Hubungan Langgeng
Dalam membangun komitmen ada dua faktor yang membuatnya berjalan baik sesuai tujuan.
Dwi Astarini - Sabtu, 21 Desember 2024
Pentingnya Komitmen untuk Bikin Hubungan Langgeng
Lifestyle
5 Tahap Berdamai saat Kena Ghosting
Beberapa orang bahkan butuh beberapa waktu untuk pulih dari efek di-ghosting.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Desember 2024
5 Tahap Berdamai saat Kena Ghosting
Lifestyle
Korea Selatan Sambut Generasi Baru, Angka Kelahiran Catatkan Rekor Tertinggi dalam 14 Tahun
Rekor kali ini merupakan yang tertinggi dalam 3 tahun 8 bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 28 November 2024
Korea Selatan Sambut Generasi Baru, Angka Kelahiran Catatkan Rekor Tertinggi dalam 14 Tahun
Lifestyle
Lajang Berhak Bahagia, Aktivitas Seru ini Bisa Dilakukan Sendirian
Kamu justru memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal diri sendiri dan melakukan hal-hal yang kamu sukai.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 November 2024
Lajang Berhak Bahagia, Aktivitas Seru ini Bisa Dilakukan Sendirian
Lifestyle
Memahami Kata Gaul 'Bestie', Apa cuma buat Cewek?
Kata 'bestie' tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu.
Dwi Astarini - Senin, 04 November 2024
Memahami Kata Gaul 'Bestie', Apa cuma buat Cewek?
Lifestyle
BI Checking ke Calon Pasangan, Penting enggak Sih?
Perbincangan mengenai finasial di Indonesia masih terbilang tabu.
Dwi Astarini - Senin, 21 Oktober 2024
BI Checking ke Calon Pasangan, Penting enggak Sih?
Bagikan