Bolehkah Ibu Hamil Bekerja Shift Malam?

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 04 November 2019
Bolehkah Ibu Hamil  Bekerja Shift Malam?

Ibu hamil lebih baik tak bekerja shift malam (Foto: Pixabay/shaila19)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"Bisakah ibu hamil bekerja di malam hari?" Ini adalah keraguan umum yang terjadi pada banyak perempuan. Alasannya sederhana yakni shift malam memengaruhi siklus tidur. Banyak perempuan takut kalau siklus tidur yang berantakan akan mempengaruhi kesehatan janin bahkan meningkatkan risiko keguguran.

Ketakutan ini ternyata memang benar adanya. Dilansir dari Reuters, perempuan yang bekerja setidaknya dua shift malam dalam satu pekan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi. Hal tersebut mengacu pada sebuah studi.

Baca juga:

Deretan Zodiak yang Paling Setia, Cocok Dijadikan Pendamping Hidup

"Perempuan yang bekerja shift malam, terpapar cahaya pada malam hari mengganggu ritme sirkadian mereka dan mengurangi pelepasan melatonin. Enzim ini telah terbukti penting dalam mempertahankan kehamilan yang sukses," kata Dr. Luise Molenberg Begtrup.

Shif malam bisa membuat ibu hamil keguguran (Foto: Pixabay/StockSnap)
Shif malam bisa membuat ibu hamil keguguran (Foto: Pixabay/StockSnap)

Kesimpulan tersebut diambil setelah meneliti 22.744 pekerja layanan publik, yang sebagian besar di antaranya dipekerjakan di rumah sakit Denmark. Para peneliti mencocokan catatan dari daftar kelahiran medis Denmark yang menyebutkan jumlah orang melahirkan dan keguguran.

Setelah memperhitungkan usia ibu, indeks massa tubuh, merokok, jumlah kelahiran sebelumnya, status sosial ekonomi dan keguguran sebelumnya, Begtrup dan koleganya menyimpulkan bahwa bekerja dua malam atau lebih dalam satu pekan di usia kehamilah lebih dari 8 minggu memiliki risiko 32 persen lebih tinggi mengalami keguguran.

Baca juga:

Bunga Mawar Identik dengan Cinta? Ini Alasannya

Para peneliti juga menemukan kalau perempuan yang bekerja shift malam 26 kali atau lebih saat usia kehamilan 4 minggu hingga 22 minggu memiliki kemungkinan keguguran dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang bekerja tanpa shift malam.

Hal ini berdasarkan sebuah studi (Foto: Pixabay/tasha)
Hal ini berdasarkan sebuah studi (Foto: Pixabay/tasha)

Sementara dilansir dari Boldsky, tidur sangat penting bagi perempuan hamil dan janin. Kurang tidur dapat mempengaruhi kehamilan. Beberapa survei mengklaim perempuan yang kurang tidur mungkin menghadapi kesulitan saat persalinan.

Jadi seberapa banyak waktu tidur yang diperlukan bagi seorang perempuan hamil? Setidaknya butuh 7-8 jam per hari untuk seorang perempuan hamil. Selain itu, pekerja shift malam cenderung minum kopi atau merokok agar tetap terjaga. Kebiasaan ini sangat berbahaya bagi perempuan hamil. Jadi, akan lebih bijaksana untuk menghindari shift malam selama kehamilan.

Baca juga:

Mitos Bunga, dari Pengusir Roh Jahat Sampai Pembawa Sial

#Kesehatan #Info Kesehatan #Kesehatan Ibu Hamil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan