Boikot Beberapa Menteri Keuangan di Pertemuan G20 Pada Rusia Telah Dimulai

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 April 2022
Boikot Beberapa Menteri Keuangan di Pertemuan G20 Pada Rusia Telah Dimulai

Pertemuan G20. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral bertemu dalam konferensi semi-tahunan yang diadakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, dengan topik utama perang Ukraina, ketahanan pangan, dan pemulihan berkelanjutan dari pandemi virus corona.

Namun, para pejabat tinggi keuangan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada keluar dari pertemuan G20 pada Rabu (20/4), ketika perwakilan Rusia berbicara.

Baca Juga:

Dihadiri Rusia, Menkeu AS Pastikan Lewatkan Beberapa Pertemuan G20

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak, yang mengungkap perpecahan semakin dalam atas kehadiran Rusia yang berkelanjutan di badan tersebut. Pejabat Ukraina yang hadir juga keluar dari pertemuan pejabat tinggi keuangan dari 20 ekonomi terbesar dunia.

"Sebelumnya perwakilan saya, bersama dengan rekan-rekan AS dan Kanada meninggalkan pertemuan G20 hari ini di Washington saat delegasi Rusia berbicara. Kami bersatu dalam kecaman kami atas perang Rusia melawan Ukraina dan akan mendorong koordinasi internasional yang lebih kuat untuk menghukum Rusia," kata Sunak di Twitter.

Wakil Menteri Keuangan Rusia Timur Maksimov menghadiri pertemuan tersebut secara langsung, sementara Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dan gubernur bank sentral Rusia bergabung secara virtual.

Kementerian keuangan Rusia tidak menyebutkan pemogokan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan. Kementerian mengutip Siluanov yang menyerukan G20 untuk tidak mempolitisasi dialog antara anggota dan menekankan bahwa pengelompokan itu selalu berfokus pada ekonomi fam mengeluhkan efek merusak dari sanksi Barat.

"Aspek lain dari krisis saat ini adalah merusak kepercayaan pada sistem moneter dan keuangan internasional yang ada. Keamanan cadangan internasional dan kemungkinan perdagangan bebas dan transaksi keuangan tidak lagi dijamin."

Dikutip Antara, Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan, Rusia harus disalahkan atas perlambatan pertumbuhan global, inflasi yang tinggi dan masalah rantai pasokan.

"Rusia harus diisolasi," katanya kepada wartawan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers FMCBG G20 Ke-2 di Jakarta, Kamis (21/4/2022). ANTARA/AstridFaidlatulHabibah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers FMCBG G20 Ke-2 di Jakarta, Kamis (21/4/2022). ANTARA/AstridFaidlatulHabibah.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, dia sangat tidak setuju dengan kehadiran seorang pejabat senior Rusia dalam pertemuan itu seraya menegaskan tidak ada business as usual bagi Rusia dalam ekonomi global.

Pesan Yallen ini diyakini ditujukan juga kepada Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, yang saat ini pemerintahannya memimpin kelompok G20.

Yellen bergabung keluar dari pertemuan antara lain bersama gubernur bank Inggris Andrew Bailey dan Menteri Keuangan Kanada Chrystia Freeland.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mendesak Maksimov untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada Moskow, untuk mengakhiri perang di Ukraina, kata salah satu sumber.

Yellen berencana untuk memboikot dua sesi G20 tentang arsitektur keuangan internasional dan keuangan berkelanjutan. Meskipun pejabat Departemen Keuangan mengatakan, AS akan bergabung dalam diskusi tentang dampak perang Ukraina terhadap ekonomi global.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2 berharap Presidensi G20 Indonesia melahirkan solusi atas konflik antara Rusia dan Ukraina.

"Anggota meminta agar situasi geopolitik saat ini terutama terkait perang di Ukraina harus ditangani," katanya dalam konferensi pers FMCBG G20 Ke-2, Kamis (21/4).

Hal tersebut lantaran perkembangan lingkungan global sebenarnya memburuk dan berubah sangat cepat akibat pandemi yang belum berakhir ditambah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina.

Terlebih lagi, implikasi dari perang Rusia dan Ukraina masih sangat dinamis termasuk pada harga energi, pangan dan pupuk yang sangat meningkat.

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia yang sedang menjabat sebagai Presidensi G20 dalam situasi yang sangat dinamis ini akan terus berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif dengan seluruh anggota G20.

"Karena tata kelola G20 sebenarnya didasarkan pada konsultasi sekaligus kerja sama," tegasnya. (*/Asp)

Baca Juga:

Indonesia-Kanada Komitmen Wujudkan Optimalisasi G20 di Tengah Situasi Sulit

#Rusia #Ukraina #G20 #KTT G20
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia sedang membahas kerja sama dengan kelompok-kelompok perusahaan Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek bersama di bidang energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia
Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pupuk di Vladivostok Rusia
Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pupuk di Vladivostok Rusia
Indonesia
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Presiden Prabowo Subianto di EEF 2026 mengaitkan pepatah Rusia Odin v pole ne voin dengan filosofi gotong royong Indonesia.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Indonesia
Putin Memandang Indonesia sebagai Mitra Kunci Rusia di Kawasan Asia Pasifik
Menurut Putin, kerja sama bilateral Indonesia dan Rusia terus dikembangkan melalui Komisi Bersama Rusia–Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Putin Memandang Indonesia sebagai Mitra Kunci Rusia di Kawasan Asia Pasifik
Dunia
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Presiden Putin menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik yang berlangsung sejak tahun 2022 silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Indonesia
Bertemu Putin, Presiden Prabowo Bangga Indonesia Bisa Tingkatkan Kemitraan Strategis dengan Rusia
Prabowo mengatakan hubungan kedua negara terus mengalami peningkatan, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Bertemu Putin, Presiden Prabowo Bangga Indonesia Bisa Tingkatkan Kemitraan Strategis dengan Rusia
Bagikan