MerahPutih.com - Penyaluran bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat mengirimkan 165,97 ton bantuan untuk masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan melalui pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma pada Selasa (18/8).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pengiriman bantuan udara ini terbagi ke dalam 12 sortie penerbangan, menggabungkan armada TNI AU, pesawat kargo, serta maskapai komersial untuk menjangkau wilayah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ).
BNPB menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) memimpin pengiriman 120 ton logistik melalui delapan sortie penerbangan utama, yang mengangkut perlengkapan seperti selimut, tenda, internet starlink, kasur lipat, hingga sembako,
kata Berton dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/8).
Berbagai jenis perlengkapan lain juga turut dikirimkan dalam penerbangan tersebut, yakni paket sembako, hygiene kit, matras, tenda keluarga, sarung, pakaian wanita, hingga penjernih air.
Baca juga:
Kemenhub Ungkap Dampak Gempa di Lima Bandara NTT, Ada Retakan hingga Kerusakan Runway
Untuk mengantisipasi krisis komunikasi serta memastikan ketersediaan air bersih dan listrik di area terdampak bencana dan area pengungsian, rangkaian distribusi ini secara khusus menyertakan 20 unit perangkat internet satelit Starlink (gabungan Kementerian Pertahanan dan BNPB), satu unit motor viar penjernih air, serta 16 unit genset darurat,
ucap Berton.
Seluruh bantuan itu diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana dan memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak gempa bumi di Provinsi NTT.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga melakukan inspeksi sekaligus mengevaluasi penanganan dan kebutuhan pemulihan pascagempa di Kabupaten Ende, NTT.
Mendagri mengatakan, dirinya akan mengecek sejumlah lokasi terdampak, termasuk kondisi infrastruktur hingga layanan dasar masyarakat. Ia juga akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.
Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB, jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU (segera perbaiki),
kata Tito.
Tito menyoroti persoalan kelistrikan sebagai salah satu layanan dasar yang perlu segera dipulihkan. Saat meninjau wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Mendagri mendapati masih adanya kecamatan yang belum mendapatkan aliran listrik
Sebanyak 566.525 pelanggan telah mendapatkan kembali layanan listrik setelah sempat mengalami pemadaman. Untuk proses pemulihan layanan kelistrikan di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Berton mengatakan satu penyulang telah berhasil dipulihkan serta lima dari enam gardu distribusi telah kembali menyala.
Karena itu, lanjutnya, sebanyak 1.625 dari 1.921 pelanggan di wilayah tersebut telah kembali memperoleh layanan listrik, sementara sisa 296 pelanggan masih mengalami pemadaman dikarenakan satu gardu masih dalam proses penanganan. Adapun untuk pemulihan jaringan telekomunikasi, ia mengatakan prosesnya telah mencapai 99,7 persen.