MerahPutih.com - Ibu Kota DKI Jakarta dilalui sungai-sungai besar seperti Ciliwung. Sungai yang berhulu di wilayah Kabupaten Bogor tersebut kerap kali meluap ketika musim penghujan dan menyebabkan banjir di sepanjang bantaran sungai.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan mitigasi potensi ancaman bencana banjir yang dapat dipicu oleh fenomena La Nina khususnya untuk wilayah bantaran Sungai Ciliwung di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya menyelenggarakan Tactical Floor Game (TGF).
Baca Juga:
Gunung IIi Lewotolok Kembali Meletus
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah yang sangat strategis dan menjadi penting, sebab Sungai Ciliwung dengan panjang aliran utama hampir 120 kilometer itu melewati kawasan DKI Jakarta yang menjadi Ibu Kota Negara.
"Merupakan salah satu langkah yang sangat strategis, karena Sungai Ciliwung ini membelah ibu kota negara, pusat pemerintahan. Ciliwung juga melintasi beberapa kabupaten/kota dan menjadi salah satu sungai yang terkenal di Indonesia," kata Doni.
Doni melihat, Sungai Ciliwung belum benar-benar mendapatkan perhatian khusus dan masih kurang optimal. Hal itu ditunjukkan dengan masih adanya sampah dalam jumlah yang banyak di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Padahal, sampah tersebut kemudian dapat menyebabkan terjadinya banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi.
Di sisi lain, Sungai Ciliwung juga menjadi urat nadi kebutuhan air bersih dan dapat menyokong kegiatan yang memberikan manfaat lain bagi masyarakat.
"Namun, apa yang kita rasakan hari ini, Ciliwung belum mendapatkan perhatian yang lebih optimal. Karena masih bisa melihat banyak sampah, kotoran dan khususnya pada saat curah hujan yang tinggi hampir pasti terjadi banjir," kata Doni. (Asp)
Baca Juga:
Luncuran Awan Panas Gunung Semeru Mirip Kejadian 26 Tahun Lalu