MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah rumor yang menyatakan pemerintah Indonesia mengusir relawan asing dari Sulawesi Tengah, tetapi mereka banyak yang tiba-tiba datang ke Palu tanpa berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.
"Ada yang perorangan, ada yang dari organisasi asing, menggunakan visa turis dan tanpa keahlian yang diperlukan sesuai yang ditetapkan pemerintah Indonesia," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan tertulis di Jakarta, Jumat (12/10).
Menurut Sutopo, pemerintah hanya memerlukan empat hal dari bantuan asing, yaitu transportasi udara, pengolahan air, generator set dan tenda. Namun, banyak relawan asing yang datang dengan niat menjadi bagian dari tim pencarian dan pertolongan, meskipun beberapa tidak dapat menunjukkan keahliannya.
"Apalagi, evakuasi, pencarian dan pertolongan akan dihentikan secara resmi pada Jumat sore ini," imbuh pejabat BNPB itu, seperti dilansir dari Antara.
Sutopo pun kembali menegaskan pemerintah Indonesia tidak mengusir relawan asing dari Sulawesi Tengah. Pemerintah hanya meminta relawan asing memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan.
Ditegaskan Sutopo, relawan asing yang datang tanpa melapor dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri diminta untuk melapor terlebih dahulu dan pasti dipersilakan melakukan tugas kemanusiaan di Sulteng.
"Pemerintah Indonesia berterima kasih atas bantuan asing yang dapat membantu masyarakat terdampak bencana. Namun, ikuti ketentuan yang ada," tandas pria yang didiagnosis menderita kanker stadium 4 itu. (*)