Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

BMKG Prakirakan Musim Hujan Terjadi pada November Usai Kemarau

Mula AkmalMula Akmal - Rabu, 09 Agustus 2023
BMKG Prakirakan Musim Hujan Terjadi pada November Usai Kemarau

Tangkapan layar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers perkembangan El Nino diikuti di Jakarta, Selasa (6/6/2023). (ANTARA/Youtube BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan baru terjadi sekitar bulan November mendatang usai musim kemarau kering berkurang intensitasnya pada Oktober.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan puncak musim kemarau kering terjadi pada pertengahan Agustus hingga September dengan intensitas panas yang semakin meningkat.

Baca Juga:

BMKG Beberkan Wilayah Dilanda Kekeringan akibat Cuaca El Nino

"Nanti setelah masuk Oktober, mulai berkurang, berkurang tapi masih kering. Nah diprediksi hujan ini November," kata Dwikorita saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Dwi menjelaskan fenomena cuaca El Nino masih terjadi. Bahkan semakin memuncak pada Oktober-November. Di sisi lain, Indonesia diuntungkan dengan datangnya musim hujan mulai November.

Namun, lanjutnya, kondisi berbeda di kawasan Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta Papua Selatan, yang diprediksi masih terjadi kemarau kering cukup kuat hingga awal Desember.

Oleh karena itu, kata dia, perlu diantisipasi terkait ketahanan pangan di wilayah tersebut karena mengeringnya sumber air.

"Memang kalau kita lihat di lapangan, sungai-sungai sudah kelihatan mulai mengering ya, bantarannya yang biasanya tertutup air sudah bisa untuk main sepak bola kali ya, karena sudah mulai mengering," kata Dwikorita.

Baca Juga:

BMKG Prakirakan Cuaca di Jakarta Berawan

Dengan musim kemarau kering yang masih terjadi hingga September ini, ia juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pada Jumat (4/8) kawasan Hutan di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kebakaran dan api terlihat menjalar sehingga menimbulkan asap.

Dwikorita menjelaskan wilayah NTT dan NTB memang sudah tidak memiliki curah hujan, sehingga gesekan ranting pun dapat mengakibatkan terjadinya karhutla.

"Wilayah Nusa Tenggara Barat-Timur ini kalau di dalam peta sudah terlihat warnanya itu semakin hitam. Ini semakin kering, artinya curah hujannya ini sudah mendekati nol, sehingga secara alamiah pun anginnya kencang, gesekan ranting itu juga terbukti," katanya. (*)

Baca Juga:

BMKG Prakirakan Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan

#BMKG #Musim Hujan #Musim Kemarau #Hujan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Peringatan BMKG 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Selain peningkatan curah hujan, BMKG mendeteksi potensi hembusan angin kencang menyeberangi 23 provinsi dari pulau Sumatra hingga Papua
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Peringatan BMKG 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Paling Berisiko Kekeringan saat Puncak Kemarau 2026
BMKG telah mengungkap daftar wilayah Indonesia yang paling berisiko kekeringan saat puncak kemarau 2026.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Paling Berisiko Kekeringan saat Puncak Kemarau 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Meskipun sebagian besar wilayah Indoensia sudah memasuki kemarau, beberapa daerah tetap perlu mengencangkan sabuk pengaman menghadapi cuaca ekstrem
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Jakarta sudah sekitar tiga minggu tanpa hujan. Gubernur Pramono Anung kini membuka opsi Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Indonesia
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merealisasikan sebanyak 17 proyek operasi untuk karhutla yang mencakup 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan di kawasan rawan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Indonesia
Rekor El Nino 2015 Pecah, Baru Juli BMKG Catat Sudah 5.019 Titik Karhutla di Indonesia
BMKG mencatat 5.019 titik panas karhutla hingga Juli 2026, lebih cepat dari El Nino 2015. Puncak risiko Agustus–September, kabut asap mulai terpantau di Kalimantan Barat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Rekor El Nino 2015 Pecah, Baru Juli BMKG Catat Sudah 5.019 Titik Karhutla di Indonesia
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Dinamika atmosfer sepekan ke depan diprediksi masih didominasi kondisi kering
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diselimuti Awan Tebal Hari Ini, Selasa, 28 Juli
Mayoritas kota besar Indonesia didominasi kondisi berawan tebal pada Selasa, 28 Juli.
Frengky Aruan - Selasa, 28 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diselimuti Awan Tebal Hari Ini, Selasa, 28 Juli
Bagikan