BMKG Minta Warga Waspadai Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust di Selatan Bali

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 19 Maret 2020
BMKG Minta Warga Waspadai Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust di Selatan Bali

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar masyarakat mewaspadai zona sumber gempa di selatan Bali yang berpotensi menghasilkan gempa besar dan menimbulkan tsunami.

"Zona outer rise selatan Bali ini patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan, karena zona sumber gempa ini mampu memicu gempa besar dengan mekanisme turun sehingga dapat menjadi generator tsunami," ucap Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3).

Baca Juga

Dugaan Potensi Gempa Megathrust di Sukabumi, Begini Penjelasan BMKG

Pada Kamis dini hari, pukul 00.45 WIB, terjadi gempa tektonik yang mengguncang wilayah Bali, Lombok, Sumbawa Barat dan Jawa Timur. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter magnitudo 6,3 dengan episenter terletak pada koordinat 11,4 LS dan 115,04 BT tepatnya di laut pada jarak 305 kilometer (km) arah selatan Kota Denpasar, Bali, pada kedalaman 10 km.

Gempa tersebut bersumber di zona outer rise Bali dan terjadi 12 kali gempa susulan hingga pukul 06.00 WIB yang dipicu oleh adanya aktivitas patahan tepat di Zona Palung Jawa (Java Trench). Karena patahan batuan terjadi pada bagian Lempeng Indo-Australia, maka gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab,tetapi masih berada di zona sumber gempa di luar zona subduksi (outer rise).

Gempa yang bersumber di zona outer rise Bali tidak hanya sekali ini saja terjadi. Sebelumnya zona outer rise Bali pernah mengalami gempa signifikan sebanyak tiga kali, yaitu pada 9 Juni 2016 dengan magnitudo 6,0, pada 17 Maret 2017 dengan magnitudo 5,3, dan pada 9 Juni 2019 dengan magnitudo 5,1.

Baca Juga

Analisis BMKG Terkait Gempa Bumi 5,1 M di Sukabumi

Salah satu contoh gempa dahsyat yang bersumber di zona outer rise di Indonesia yang pernah memicu tsunami mematikan adalah zona outer rise di selatan Sumbawa.

"Sumber gempa ini memicu Tsunami Lunyuk, Sumbawa, pada 19 Agustus 1977. Saat itu gempa dahsyat M 8,3 yang oleh para ahli gempa populer disebut sebagai 'The Great Sumba' telah memicu terbentuknya patahah dasar laut dengan mekanisme turun sehingga memicu terjadinya tsunami setinggi sekitar delapan meter dan menewaskan lebih dari 300 orang," ujarnya dilansir Antara.

Zona sumber gempa outer rise juga pernah memicu tsunami mematikan di luar negeri, yaitu peristiwa Tsunami Sanriku di Jepang tahun 1933 yang dipicu oleh gempa dengan magnitudo 8,6. Tsunami ini menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Baca Juga

Lima Kecamatan di Sukabumi Laporkan Kerusakan Bangunan Akibat Gempa

Selanjutnya adalah peristiwa tsunami Samoa di Pasifik yang terjadi pada 29 September 2009. Gempa kuat dengan magnitudo 8,1 di zona outer rise dekat subduksi Tonga juga memicu tsunami dahsyat yang menewaskan 189 orang.

"Catatan tsunami yang bersumber di luar zona subduksi di atas kiranya cukup untuk dijadikan pelajaran untuk kita semua bahwa zona outer rise (termasuk) di wilayah Indonesia merupakan zona gempa pemicu tsunami yang patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan," pungkasnya. (*)

#BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Beberapa daerah bahkan perlu mewaspadai angin kencang yang dapat muncul bersamaan dengan perubahan cuaca.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Senin (14/9)
Indonesia
Cuaca Indonesia Senin 14 September: Hujan Lebat Mengintai, BMKG Ingatkan Gelombang Laut Naik
Prakirawan BMKG Lintang mengatakan, cuaca berawan, berawan tebal, hingga cerah berawan berpeluang terjadi di Pulau Jawa, Samarinda, serta sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Frengky Aruan - Senin, 14 September 2026
Cuaca Indonesia Senin 14 September: Hujan Lebat Mengintai, BMKG Ingatkan Gelombang Laut Naik
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Udara Kabur hingga Hujan Lebat di Kota-kota Besar Indonesia Minggu, 13 September
Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Minggu, 13 September, menunjukkan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi mengalami udara kabur, awan tebal hingga hujan dengan berbagai intensitas.
Frengky Aruan - Minggu, 13 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Udara Kabur hingga Hujan Lebat di Kota-kota Besar Indonesia Minggu, 13 September
Olahraga
Jakarta Diprediksi Diselimuti Awan Tebal Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca Minggu 13 September 2026
BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah DKI Jakarta didominasi awan tebal sejak pagi hingga malam hari
Frengky Aruan - Minggu, 13 September 2026
Jakarta Diprediksi Diselimuti Awan Tebal Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca Minggu 13 September 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 12 September 2026: Jaktim dan Jaksel Bakal Diguyur Hujan
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Sabtu 12 September dari BMKG. Waspada hujan ringan di Jaktim dan Jaksel, serta potensi genangan air. Siapkan payungmu sekarang
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 12 September 2026: Jaktim dan Jaksel Bakal Diguyur Hujan
Indonesia
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Butuh info prakiraan cuaca sepekan ke depan? Cek peringatan dini BMKG (8-10 September 2026) soal potensi hujan lebat, angin kencang, hingga imbauan abu vulkanik Anak Krakatau di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Indonesia
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG untuk memperkuat koordinasi serta efisiensi penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Bagikan