MerahPutih Bisnis- Anda mengenal makanan Cireng? Makanan ringan ini jika ditekuni untuk berbisnis memang menggiurkan. Alhasil, pengusaha ini bisa meraup penghasilan Rp 120 juta minimal. Lalu, bagaimanakah Erni Rahman, sang pemilik perusahaan Shaza Cireng mengelola hingga laba ratusan juta?
Suasana di jalan Cinangka Reni Jaya, Pondok Petir, Jakarta Selatan, tepatnya di gang Swadaya sangat bersahabat. Walaupun mendung tetapi tidak terlihat butiran-butiran air hujan yang turun. Sekolah Az Zahra terlihat dengan jelas, di sampingnya adalah gang Swadaya. Di tempat inilah Erni membuka usahanya.
Ia dengan ramahnya menerima kedatangan merahputih.com di tempat usaha Cireng yang dikelolanya ini. Menurutnya, Shaza Cireng Krispi berdiri di bulan November 2013 lalu. Hanya sebagai usaha kecil-kecilan dengan mempekerjakan dua karyawan pembuat cireng.
Namun apa yang terjadi, perkembangan perusahaan Shaza Cireng makin lama makin melonjak pesat. Akibat ramai usahanya, menurut Erni, makin hari ia harus rela mencari pekerja untuk mendukung agar tetap jalan bisnisnya ini. Kini, ia sudah merekrut 195 karyawan.
Untuk bekerja diperusahaannya tidak perlu ada keterampilan khusus. Cukup bisa membuat bulatan kemudian dibentuk gepeng, "wong pekerjaannya tidak jauh berbeda dengan keseharian seorang ibu rumah tangga, untuk karyawan disini rata-rata mempekerjakan perempuan. Yang pria hanya lima orang saja. Cireng itu adalah makanan ringan yang terbuat dari sagu ketelapohon yang dikasih bumbu tertentu kemudian dibentuk bulat dan di goring,” jelas Erni, Kamis (15/1).
Menurutnya, dengan menekuni kegiatan ini, ia bisa menghasilkan pendapatan Rp 40 juta per hari.
“Begini rinciannya, katakanlah cireng laris dibeli 4000 bungkus. Harga cireng ini Rp 10 ribu per bungkus. Jika dihitung sebulan saya bisa menghasilkan pendapatan sejumlah Rp 120 juta,” tuturnya. (FIK)