Bidik 3 Jurusan Kuliah Ini di Tahun 2024, Potensi Bagus untuk Masa Depan

Pradia EggiPradia Eggi - Sabtu, 20 Januari 2024
Bidik 3 Jurusan Kuliah Ini di Tahun 2024, Potensi Bagus untuk Masa Depan

Foto: Unsplash/Pang Yuhao.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dalam era yang terus berkembang, pemilihan jurusan kuliah menjadi keputusan krusial yang akan membentuk karier di masa depan. Berdasarkan perkembangan tren global dan kebutuhan pasar kerja, terdapat tiga jurusan kuliah yang dapat dianggap terpenting di tahun 2024.

1. Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer

Dalam lanskap ekonomi digital, jurusan Teknologi Informasi (TI) dan Ilmu Komputer menjadi sangat krusial. Menurut Occupational Outlook Handbook dari Bureau of Labor Statistics, lapangan pekerjaan di bidang TI diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dari rata-rata untuk semua pekerjaan hingga tahun 2030.

Revolusi industri 4.0 memperkuat permintaan akan ahli TI yang mampu mengelola teknologi terkini, keamanan siber, dan pengembangan perangkat lunak.

Memilih jurusan kuliah harus diimbangi dengan kebutuhan industri atau peluang kerja. Foto: Unsplash/Elissa Garcia.

2. Kesehatan dan Ilmu Kedokteran

Pandemi global yang dihadapi dunia menggarisbawahi pentingnya sektor kesehatan. Jurusan Kesehatan dan Ilmu Kedokteran menjadi pilihan yang strategis. World Economic Forum melaporkan bahwa industri kesehatan terus berkembang, dan terdapat peningkatan permintaan akan tenaga kesehatan yang terampil.

Profesi seperti dokter, perawat, dan ahli farmasi akan memiliki peran sentral dalam memastikan kesehatan masyarakat global.

Baca Juga: Tips Buka Bisnis Sambil Kuliah

3. Ilmu Data dan Analitika

Dengan pertumbuhan besar dalam volume data yang dihasilkan setiap hari, jurusan Ilmu Data dan Analitika menjadi sangat penting. Data menjadi aset berharga bagi perusahaan dan organisasi. Jurusan ini mencakup pengolahan data, analisis statistik, dan kecerdasan buatan.

Menurut The Future of Jobs Report oleh World Economic Forum, pekerjaan terkait analitika data diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling dicari di masa mendatang.

Alasan Memilih Jurusan Ini

Relevansi dengan Tren Pekerjaan

Ketiga jurusan ini secara konsisten muncul sebagai yang paling relevan dengan tren pekerjaan saat ini dan masa depan.

Baca Juga: Kiat Sukses Kuliah Sambil Kerja Bagi Anda yang Ambil Kelas Karyawan

Kesempatan Kerja yang Luas

Lulusan dari ketiga jurusan ini memiliki kesempatan kerja yang luas dan dapat beradaptasi dengan berbagai sektor.

Pengaruh pada Perubahan Masyarakat

Bidang ini memiliki dampak yang besar pada perkembangan teknologi, kesehatan masyarakat, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, memilih jurusan kuliah yang terkini dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dapat menjadi langkah yang cerdas bagi generasi muda yang ingin sukses di era yang terus berubah ini.

#Pendidikan #Kuliah
Bagikan
Ditulis Oleh

Pradia Eggi

Berita Terkait

Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Januari 2026
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Indonesia
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Menegaskan Presiden tidak antikritik dan terbuka terhadap berbagai aspirasi dari seluruh elemen masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S-1), 4.000 kursi untuk jenjang S-2 dan S-3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Indonesia
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Langkah strategis ini dilakukan dalam memperkuat layanan kesehatan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Indonesia
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Persoalan mengenai biaya kuliah dan beasiswa itu menjadi topik yang turut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Indonesia
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor fundamental dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Indonesia
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi
Prabowo menekankan Taruna Nusantara mengemban misi suci melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas moral.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi
Indonesia
Prabowo Dorong Perbanyak SMA Unggulan Seperti Taruna Nusantara
Sekolah unggulan yang menyiapkan putra-putri terbaik bangsa telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan di berbagai negara maju.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Dorong Perbanyak SMA Unggulan Seperti Taruna Nusantara
Indonesia
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Indonesia
Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
"Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti 1.157 (sekolah) atau 95,23 persen,” ungkap Abdul Mu’ti.
Frengky Aruan - Minggu, 04 Januari 2026
Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
Bagikan