Beton Pembatas Jalan Raib Saat Rusuh 22 Mei, DKI Tuding Dicolong Pemulung
Beton Pembatas Jalan di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin. (MP/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Pascakericuhan yang terjadi di sekitar kawasan gedung Bawaslu dan kawasan Pertamburan antarmassa aksi 22 Mei dengan aparat kepolisian membawa dampak buruk raibnya sejumlah fasilitas umum seperti pagar dan beton pembatas jalan atau movable concrete barrier (MCB) di Jakarta.
Parahnya lagi, pagar beton pembatas jalan itu raib dicolong orang. Dinas (Kadis) Bina Marga DKI Jakarta menuding pagar beton itu hilang dicolong para pemulung untuk mengambil besi cor-coran di dalamnya.
"Banyak beberapa pagar malah kadang-kadang ada dicuri sama pemulung," kata Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/5).
BACA JUGA: Yang Tersisa dari Kerusuhan 22 Mei
Terkait pagar pembatas yang belum sempat dicuri orang, Hari menjelaskan akan diinventaris terlebih dahulu, mana yang masih bisa digunakan atau tidak. Untuk yang tidak bisa dipakai lagi akan diangkut untuk diganti baru, atau diperbaiki. "Sudah kita angkat-angkatin, kita betulin baru kita pasang lagi nanti itu yang parah," ungkap dia.
BACA JUGA: Pospol Sabang Hancur Dibom Molotov, CCTV Mal Sarinah Raib
Lebih jauh, Hari menjelaskan pembatas jalan yang rusak paling parah berada di Jalan KH Hasyim Ashari dan Jalan MH Thamrin. Namun, dia memastikan sudah mulai dilakukan perbaikan sejak kemarin.
"Kemarin sudah mulai kita perbaiki dari mulai merapikan MCB dan pagar pemisah yang dirobohkan oleh massa pendemo di Jalan KH Hasyim Ashari dan Jalan Thamrin," tutup orang nomor satu di Dinas Bina Marga DKI itu. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Masalah Banjir, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Sampah Sembarangan
BPBD DKI Ungkap Cuaca Ekstrem masih akan Terjadi hingga 1 Februari
DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Hujan Deras Hari ini Sebabkan Banjir di Jakarta, 15 RT dan 20 Ruas Jalanan Tergenang