Besok, Unpad Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Megawati

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 24 Mei 2016
Besok, Unpad Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Megawati

Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan pada acara Sekolah Partai Calon Kepala Daerah, di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7). (Foto: MerahPutih/Restu Fadilah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MeahPutih Nasional - Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menganugerahkan Doktor Honoris Causa bidang Politik dan Pemerintahan kepada Megawati Soekarnoputri, besok, Rabu (25/5). Gelar Doktor Kehormatan kepada Presiden kelima Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP itu akan berlangsung di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur 35, Bandung, Jawa Barat.

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan, berbagai pemikiran dan kebijakan yang dihasilkan oleh Megawati Soekarnoputri dapat memberikan kontribusi berharga bagi kalangan akademik karena memiliki aspek originalitas. Selain itu, pola pemikiran, kepemimpinan, serta konsistensi Megawati dalam ilmu politik serta pemerintahan juga memberi inspirasi bagi generasi bangsa berikutnya.

"Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad melakukan analisis terhadap pemikiran-pemikiran Ibu Megawati, dan menemukan nilai-nilai akademik yang original. Besok, dalam pertanggungjawaban akademik akan disampaikan oleh tim promotor. Alasan lainnya, ada hubungan emosional antara Unpad dengan Ibu Megawati,” ujar Tri dalan jumpa pers di Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur 35, Bandung, Selasa (24/05), seperti dilansir situs resmi Unpad.

Dalam jumpa pers sehari jelang penganugerahan itu, hadir sebagai narasumber Ketua Tim Promotor Penganugerahan Doktor Honoris Causa bagi Megawati Prof Dr Obsatar Sinaga, MSi. Prof Obsatar merupakan teman satu angkatan Megawati di Fakultas Pertanian Unpad. Selain itu, hadir pula Prof Dr Nurpilihan Bafdal dan Iwan Abdurrahman serta Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira.

Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai mahasiswa Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Unpad pada 1965 hingga 1967. Ketika itu, kampusnya berada di Jalan Maulana Yusuf Bandung. Namun karena situasi politik nasional ketika itu, Megawati tidak bisa melanjutkan studi dan kembali ke Jakarta.

"Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad melakukan analisis terhadap pemikiran-pemikiran Ibu Megawati, dan menemukan nilai-nilai akademik yang original. Besok dalam pertanggungjawaban akademik akan disampaikan oleh tim promotor. Alasan lainnya, ada hubungan emosional antara Unpad dengan Ibu Megawati,” ujar Tri.


BACA JUGA:

  1. Megawati Harap Munaslub Partai Golkar Berjalan Lancar
  2. Megawati: Kematian Yn Jadi Pemicu Gerakan Melawan Kekerasan Seksual
  3. Belajar dari Kasus Yn, Megawati Pesan ke Cucu Jangan Pulang Sendiri
  4. Megawati Soekarnoputri Imbau Wanita Kuasai Beladiri
  5. Kata Megawati Soal Kasus Pelecehan Seksual
#Doktor Honoris Causa #Universitas Padjadjaran #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Bagikan