Relasi

Berniat Mengadopsi Anak? Begini Sebaiknya!

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 28 November 2018
Berniat Mengadopsi Anak? Begini Sebaiknya!

Mengadopsi anak adalah jalan terakhir bagi pasangan yang belum dikaruniai anak. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UNTUK pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun lamanya dan belum dikaruniai anak. Biasanya adopsi anak menjadi jalan keluar terbaik.

Prosedur adopsi anak sebenarnya tidak berbelit-belit, hanya saja harus mengikuti tahapan-tahapan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Bukan untuk mempersulit namun memberikan kejelasan bagi orangtua dan anak yang akan diadopsi. Laman Go Dok memberikan paparan mengenai langkah-langkah mengadopsi anak.

1. Mengadopsi anak butuh waktu yang panjang, jadi harus sabar

jam
Harus sabar kalau mengadopsi anak. (Foto: Pixabay/nile)


Mengadpsi anak tidak seperti yang ada di film-film. Hanya datang ke yayasan sosial, kemudian pulang sudah membawa anak. Ada proses administrasi yang harus dilewati, dibutuhkan kesabaran menunggu kedatangan anak tersebut berbulan-bulan kemudian.

2. Pelajari dan pahami prosedur yang harus dilewati

anak
Prosedur yang ada harus dipenuhi. (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Mengadopsi anak cukup lazim di Indonesia. Namun perlu diperhatikan bahwa ada ketentuan-ketentuan yang harus diikuti. Syarat-syarat tersebut seperti usia calon orang tua sudah dewasa dan matang. Status pernikahan yang diakui dan jelas. Mengurus izin adopsi dari Kementrian Sosial melalui dinas yang berhubungan dengan itu. Usia anak adopsi harus balita. Pastikan calon orangtua anak adopsi mengetahui setiap prosedurnya dengan secara detail. Jika belum dapat berkonsultasi ke kantor dinas sosial terdekat tentang prosedur dan syarat-syarat mengadopsi anak.

3. Legalitas tempat atau yayasan sosial anak adopsi harus jelas

anak
Yayasan dengan izin dari Kementrian Sosial adalah yang paling baik. (Foto: Pexels/pixabay)

Yang patut diperhatikan adalah legalitas tempat atau yayasan mengambil anak adopsi. Apakah yayasan itu sudah memiliki izin resmi dari Kementrian Sosial? Sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu tentang yayasan tersebut, baik dengan bertanya langsung pada pengurus atau dengan cara yang lain.

Ini untuk menjamin keselamatan dan hak-hak anak tersebut terpenuhi. Sebenarnya, bisa saja mengadopsi anak di luar jalur resmi. Namun, biasanya akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Melalui yayasan yang sudah memiliki legalitas akan mendapat legalitas hukum yang kuat. Kecuali bila calon orangtua anak adopsi itu masih memiliki hubungan kekerabatan.

4. Sebaiknya meminta rekam medis dari anak adopsi

anak
Rekam medis anak sangat diperlukan. (Foto: Pexels/Hasan Albari)

Ini sangat penting selain sisi legalitasnya. Rekam medis akan menunjukan kondisi anak yang akan diadopsi. Peraturan pengangkatan anak di Indonesia memang tidak mensyaratkan adanya proses pemeriksaan kesehatan, namun American Academy of Pediatrics sangat menyarankan hal ini.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada calon orang tua dan calon anak angkat. Pemeriksaan tersebut meliputi foto rontgen dada, tes darah lengkap, tes fisik lengkap, tes tinja, tes tuberkulin, dan screening perkembangan. Bagi bayi yang baru lahir juga lebih baik juga melakukan screening elektroforesis Hb, hormon tiroid, G6PD, dan memastikan status imunisasi. (psr)

#Anak #Anak Kecil #Keluarga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Bagikan