Merahputih.com - Eugene Museum akan dibuka di Nuanu, Bali pada tahun 2026. Museum ini merupakan kolaborasi antara Nuanu dan seniman Jepang-Amerika, Eugene Kangawa. Perancangan arsitektur museum akan dipimpin oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Martin, peraih Aga Khan Award for Architecture 2023.
Berdiri di area lebih dari satu hektare, museum ini bakal punya lebih dari 15 ruang galeri, kafe, perpustakaan, dan ruang baca. Selain berfungsi sebagai ruang pameran, Eugene Museum bertujuan menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan keterlibatan komunitas dengan penekanan kuat pada partisipasi sosial.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang dari berbagai negara dan wilayah yang telah mendukungnya. Merupakan suatu kehormatan bahwa karya tersebut telah melampaui kerangka pameran keliling dan menjadi museum permanen," ujar Eugene Kangawa.
Baca juga:
Nadiem Satukan 18 Museum dan 34 Cagar Budaya Dalam Satu Badan
Eugene Kangawa adalah seniman kontemporer Jepang, yang dikenal karena pendekatannya yang canggih dan menakjubkan dalam lukisan, instalasi berskala besar, dan berbagai proyek untuk inisiatif anak-anak dan sosial.
Aktivitas awalnya diprofilkan dalam buku tahun 2017 karya Daisuke Miyatsu dan diterbitkan oleh Kobunsha Shinsho. Di mana, ia disorot sebagai salah satu dari empat artis Jepang terkemuka, bersama dengan teamLab dan lainnya.
Eugene sangat terkenal karena pameran tunggalnya di Museum Seni Kontemporer Tokyo, salah satu museum seni kontemporer paling bergengsi di Jepang. Ia mencetak rekor sebagai seniman termuda yang mengadakan pameran tunggal di museum tersebut. Pameran ini menjadi fenomena sosial dan menimbulkan antrian panjang.
Baca juga:
Open House Gratis Museum Macan Sajikan Pameran Seni Bertema Lingkungan
Museum permanen dengan karya Eugene ini merupakan bagian dari kota seluas 44 ha di Tabanan, Bali yang bertujuan untuk mengintegrasikan gaya hidup, seni, pendidikan, dan kesadaran lingkungan yang diselimuti oleh lanskap laut dan hutan yang subur, akan mencakup area seluas lebih dari 1 hektar dengan konstruksi seluas 3.000 meter persegi.
Museum yang memberikan pengalaman indah dan menakjubkan ini akan menampilkan sekitar 15 instalasi permanen, termasuk karya khasnya yaitu 'Sea Garden', 'Goldrain', dan 'Everything Shines', selaras dengan tema simbiosis Eugene yang sudah lama ada.