Berbiaya Rp 150 Juta, Instalasi Gabion Diklaim Lebih Kuat Dibandingkan Getah Getih

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 22 Agustus 2019
Berbiaya Rp 150 Juta, Instalasi Gabion Diklaim Lebih Kuat Dibandingkan Getah Getih

Batu Bronjong yang berupa tumpukan batu dalam kerangkeng besi di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), Jakarta Pusat . Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta DKI Jakarta memasang instalasi Gabion atau Batu Bronjong yang berupa tumpukan batu dalam kerangkeng besi di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), Jakarta Pusat

Instalasi gabion ini akan menggantikan patung getih getah karya seniman Joko Avianto yang sebelumnya dibongkar.

Baca Juga: Instalasi Bambu Getah Getih Dibongkar, Anies Disarankan Belajar pada Bali

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan anggaran untuk membangun Gabion mengucurkan biaya mencapai Rp 150 juta. Dana ratusan juta rupiah itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI yang dianggarkan Dinas Kehutanan.

Menurut Suzi, instalasi Gabion itu diperkirakan akan lebih kuat dari pada monumen pendahulunya, bambu getih getah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta DKI Jakarta memasang instalasi Gabion atau Batu Bronjong yang berupa tumpukan batu dalam kerangkeng besi di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), Jakarta Pusat . Foto: MP/Asropih
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta DKI Jakarta memasang instalasi Gabion atau Batu Bronjong yang berupa tumpukan batu dalam kerangkeng besi di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI), Jakarta Pusat . Foto: MP/Asropih

Baca Juga: Alasan Pemprov DKI Bongkar Pajangan Bambu Rp550 Juta di Bundaran HI

"Kurang lebih Rp 150 juta. Bukan CSR, tapi dari APBD Dinas Kehutanan," ujar Suzi saat dihubungi, kamis (22/8).

Suzi mengklaim, instalasi Gabion akan lebih tahan lama dari getih getah yang hanya bertahan 11 bulan. Lantaran bahan yang digunakan berasal dari bebatuan.

"Ya kuat lah, kan dari batu gitu. Setahun bisa, dua tahun ya bisa," tutur Suzi.

Suzi menuturkan, pihaknya bisa saja mengganti gabion dengan instalasi lain dalam waktu yang tidak ditentukan. Karena, pembuatan instalasi Gabion hanya bersifat dekoratif dan sewaktu-waktu bisa diganti.

Baca Juga: Bambu Getah Getih Dirobohkan, Ini Faktor Penyebabnya

"Tergantung Dinas kehutanan mau ganti atau nggak. Misalkan ada yang lebih bagus, lebih menarik, supaya warga enggak bosen kan," tutupnya (Asp).

#Pemprov DKI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Suharini Eliawati menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan manfaat langsung bagi warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Indonesia
Daftar Infrastruktur Baru di DKI Jakarta yang Bakal Diresmikan Sambut HUT ke-499
Ketua Panitia HUT ke-499 Kota Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan perayaan tahun ini menandai langkah konkret transisi kota menjelang usia lima abad
Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Juni 2026
Daftar Infrastruktur Baru di DKI Jakarta yang Bakal Diresmikan Sambut HUT ke-499
Indonesia
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Pramono membawa suara kawasan ESEAO ke panggung internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Indonesia
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Area bebas kendaraan di sisi timur mencakup Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca, sementara sisi barat meliputi Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Indonesia
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Bakal Jadi Kado HUT ke-499 Kota Jakarta
Meski memuji kecepatan kerja di lapangan, ia menekankan agar aspek teknis tetap menjadi perhatian utama pengembang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Bakal Jadi Kado HUT ke-499 Kota Jakarta
Indonesia
Jakarta Darurat Perlintasan Sebidang, Pramono Anung Tunggu Titah KAI Demi Keselamatan Bersama
Pemerintah DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya jika KAI memerlukan bantuan teknis maupun personel di lapangan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Jakarta Darurat Perlintasan Sebidang, Pramono Anung Tunggu Titah KAI Demi Keselamatan Bersama
Indonesia
Jakarta Darurat Air Keras, DPRD DKI Desak Perda Ketat Awasi Penjualan Bahan Kimia Berbahaya
Koordinasi dengan Kementerian Perindustrian juga menjadi poin krusial untuk memantau rantai pasok bahan kimia impor sejak dari pelabuhan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Jakarta Darurat Air Keras, DPRD DKI Desak Perda Ketat Awasi Penjualan Bahan Kimia Berbahaya
Indonesia
Pasar Santa Direvitalisasi, Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Lebih Modern dan Nyaman
Pemprov DKI dan Perumda Pasar Jaya segera merevitalisasi Pasar Santa. Nantinya, tempat itu akan memiliki wajah baru yang lebih modern dan nyaman.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pasar Santa Direvitalisasi, Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Lebih Modern dan Nyaman
Indonesia
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Pemprov DKI Jakarta sudah melaksanakan aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Bagikan