Beralih ke AI, Duolingo PHK 10% Karyawan Kontrak
Duolingo akan mem-PHK 10% dari total karyawan kontraknya. (Foto: Unsplash/Ilgmyzin)
PENGGUNAAN kecerdasan buatan generatif meluas. Dan ini berdampak pada pekerja di beberapa sektor. Salah satunya baru-baru ini terjadi di perusahaan aplikasi belajar bahasa populer, Duolingo.
Duolingo menyatakan kepada Bloomberg bahwa mereka akan mem-PHK 10% dari total karyawan kontraknya. Pernyataan itu terlontar beberapa bulan setelah CEO Duolingo menyatakan perusahaan memilih lebih mengandalkan kecerdasan buatan generatif dalam mengembangkan kontennya.
“Kami tidak lagi memerlukan terlalu banyak orang untuk melakukan jenis pekerjaan yang dilakukan beberapa karyawan kontrak ini. Sebagian dari itu dapat diatribusikan pada kecerdasan buatan,” kata juru bicara Duolingo kepada Bloomberg.
Hal ini terjadi setelah seorang kontraktor Duolingo yang tidak disebutkan namanya mengklaim di Reddit bahwa Duolingo telah melakukan pemutusan hubungan kerja kepada sejumlah karyawannya.
“Pada Desember 2023, Duolingo 'mengeluarkan' sebagian besar karyawan kontrak mereka yang bertugas melakukan penerjemahan,” tulis karyawan kontrak tersebut.
“Tentu saja ini terjadi karena mereka menyadari bahwa kecerdasan buatan dapat menerjemahkan dalam waktu yang lebih cepat. Selain itu, ini menghemat pengeluaran bagi perusahaan.”
Baca juga:
Karyawan tersebut mengklaim telah bekerja di Duolingo selama lima tahun dalam tim yang beranggotakan empat orang.
Namun sekarang tim tersebut telah dipangkas setengahnya karena kecerdasan buatan telah mengambil alih tugas-tugas menghasilkan konten dan terjemahan untuk kursus di Duolingo.
“Dua orang yang tersisa hanya akan meninjau konten kecerdasan buatan untuk memastikan itu dapat diterima,” tambah karyawan tersebut.
Di sisi lain juru bicara Duolingo mengatakan bahwa ini bukan pemutusan hubungan kerja karyawan kontrak tersebut dikeluarkan karena proyek-proyek mereka selesai pada akhir 2023. Demikian pernyataan juru bicara Duolingo seperti dilaporkan PCMag.
"Walaupun kami menggunakan kecerdasan buatan untuk berbagai tujuan di Duolingo, termasuk pembuatan sebagian konten kursus, para ahli manusia masih sangat terlibat dalam pembuatan konten Duolingo," tambah juru bicara tersebut.
Baca juga:
"Saya juga ingin mencatat bahwa kami berusaha untuk menemukan peran alternatif untuk setiap kontraktor sebelum mengeluarkan mereka sebagai upaya terakhir," tambahnya.
Pemangkasan tenaga kerja di Duolingo memicu perdebatan di Reddit. Diskusi berkisah soalan apakah perusahaan tersebut beralasan menggunakan kecerdasan buatan untuk menggantikan pekerjaan manusia.
Ada pula kekhawatiran yang berkembang seputar kecerdasan buatan generatif yang mengambil pekerjaan dari manusia.
ChatGPT dari OpenAI dan chatbot lainnya telah menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menulis artikel, membuat seni yang terlihat profesional, menceritakan konten dengan berbagai suara, dan bahkan memprogram kode komputer.
Oleh karena itu, mungkin program kecerdasan buatan saat ini dan pada masa depan dapat menggantikan berbagai jenis pekerjaan, yang pada akhirnya memperkaya perusahaan. (dsh)
Baca juga:
Kominfo Bakal Keluarkan Aturan Tentang Artificial Intellegence
Bagikan
Berita Terkait
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP
OPPO Find X9 Pro Tembus 5 Besar DxOMark, Ungguli Honor Magic 8 Pro!
Redmi Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses Bakal Hadir di Indonesia Bersamaan dengan Peluncuran Redmi Note 15 Series
Tutorial Mudah Bikin Tren Photomontage Feed Sosmed Ala 'Zootopia 2' Pakai OPPO Reno 15 Series
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar