Berabad-abad Bawa Pesan Kesetaraan Gender, Tari Kene-Kene Diakui Jadi Kekayaan Intelektual RI

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Berabad-abad Bawa Pesan Kesetaraan Gender, Tari Kene-Kene Diakui Jadi Kekayaan Intelektual RI

Tari Kene-kene asal Halmahera Tengah, melambangkan pergaulan antara muda mudi yang penuh dengan kebahagiaan dan keharmonisan. Senin (9/2/2026). ANTARA/HO- Kemenkum Malut (Abdul Fatah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tari Kene-Kene, tarian tradisional dari Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, yang telah ada sejak ratusan tahun, kini resmi tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal kategori ekspresi budaya tradisional khas Indonesia.

Kementerian Hukum (Kemenkum) menegaskan pengakuan itu wujud perlindungan negara terhadap ekspresi budaya tradisional sebagai ragam kekayaan intelektual komunal yang telah hidup di dalam masyarakat sejak lama.

“Pelindungan ekspresi budaya tradisional ini dapat melestarikan budaya masyarakat. Selain itu dapat menarik minat pariwisata dan ekonomi kreatif melalui perlindungan kekayaan intelektual komunal,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum Maluku Utara (Malut) Budi Argap Situngkir, dalam keterangannya kepada media, dikutip Selasa (10/2).

Baca juga:

Tradisi Murok Jerami Desa Namang Resmi Diakui Jadi Kekayaan Intelektual Khas Indonesia

Bawa Pesan Kesetaraan Gender

Kemenkum menegaskan pelindungan kekayaan intelektual komunal bertujuan menjaga identitas dan martabat bangsa, melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang, serta mencegah penyalahgunaan secara komersial oleh pihak lain.

“Kita harus bersama-sama melindungi pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, indikasi geografis, dan potensi asal daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Tokoh adat Gamrange, Abdul Latif Lukman (76), menambahkan Tari Kene-kene mengandung makna kesetaraan gender.

“Tarian Kene-kene mengandung makna adanya kesetaraan gender yakni antara laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam membangun daerah ini,” katanya, dalam keterangan yang sama.

Baca juga:

Kemenkum Sahkan Kerbau Belang Tedong Bonga Kekayaan Intelektual Komunal Sumber Daya Genetik Asli Toraja

Apa Itu Tari Kene-Kene

Dalam tradisi, masyarakat menari sambil meletakkan hasil panen ke dalam wadah dengan melantunkan Saut, yakni syair berisi ungkapan rasa bahagia dan pesan moral tentang kehidupan.

Gerakan energik dalam tarian Kene-Kene ini menggambarkan semangat muda-mudi, sementara pesan moral yang disampaikan menjadi pedoman agar tidak salah dalam melangkah atau menentukan pilihan hidup.

Tari Kene-kene kemudian berkembang menjadi tarian pergaulan anak muda di Gamrange atau Tiga Negeri Maba, Patani, dan Weda, diiringi musik tradisional seperti tifa, fiol, gambus, dan juk/ukulele. (*)

#Hak Kekayaan Intelektual #Tari Tradisional #Halmahera
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Tegaskan Konflik di Halmahera Tengah Tidak Terkait SARA
Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah tersebut terus dipantau aparat kepolisian guna memastikan situasi tetap kondusif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Polisi Tegaskan Konflik di Halmahera Tengah Tidak Terkait SARA
Indonesia
Bravo Tim SAR, Semua Korban Tenggelam Kapal KM Intim Teratai Selamat!
Kapal naas yang berlayar dari Kupal menuju Kota Ternate itu membawa 246 penumpang dan awak, dan semuanya berhasil diselamatkan.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Februari 2026
Bravo Tim SAR, Semua Korban Tenggelam Kapal KM Intim Teratai Selamat!
Tradisi
Berabad-abad Bawa Pesan Kesetaraan Gender, Tari Kene-Kene Diakui Jadi Kekayaan Intelektual RI
Tari Kene-kene, tarian tradisional Halmahera Tengah, Maluku Utara, resmi dilindungi sebagai kekayaan intelektual komunal khas Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Berabad-abad Bawa Pesan Kesetaraan Gender, Tari Kene-Kene Diakui Jadi Kekayaan Intelektual RI
Indonesia
Sempat Dihujat dan Viral, Patung Macan Putih Kediri dapat Hak Paten
Patung Macan Putih ini kini bisa digunakan untuk kepentingan komersial produk UMKM berupa kaos, suvenir, maupun atribut lainnya dari produk lokal masyarakat Desa Balongjeruk.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Sempat Dihujat dan Viral, Patung Macan Putih Kediri dapat Hak Paten
Indonesia
Kebanjiran, Landasan Pacu Bandara Oesman Sidik Ditutup Hingga Besok
Landasan pacu (runway) Bandar Udara Oesman Sadik Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara terpaksa ditutup akibat kebanjiran
Wisnu Cipto - Senin, 23 Juni 2025
Kebanjiran, Landasan Pacu Bandara Oesman Sidik Ditutup Hingga Besok
Indonesia
Gunung Dukono di Halmahera Erupsi, Tinggi Letusan hingga 1.300 Meter
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diminta agar tidak beraktivitas mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
Frengky Aruan - Senin, 19 Mei 2025
Gunung Dukono di Halmahera Erupsi, Tinggi Letusan hingga 1.300 Meter
Indonesia
Tradisi Murok Jerami Desa Namang Resmi Diakui Jadi Kekayaan Intelektual Khas Indonesia
Tradisi Murok Jerami digelar setelah panen padi.
Wisnu Cipto - Selasa, 29 April 2025
Tradisi Murok Jerami Desa Namang Resmi Diakui Jadi Kekayaan Intelektual Khas Indonesia
Tradisi
Makna Mendalam dan Sejarah dari Tari Tortor dari Sumatra Utara
Tortor tidak hanya sekadar tarian, tetapi juga merupakan simbol ekspresi budaya yang penuh makna dan nilai-nilai spiritual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Desember 2024
Makna Mendalam dan Sejarah dari Tari Tortor dari Sumatra Utara
Lifestyle
Tari Serimpi, Begini Sejarah dan Makna Tarian Tradisional dari Jawa Tengah
Tari Serimpi adalah salah satu jenis tarian tradisional yang sangat populer dan telah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Tarian ini berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan telah menjadi bagian penting dari budaya seni tari di Indonesia.
ImanK - Sabtu, 24 Agustus 2024
Tari Serimpi, Begini Sejarah dan Makna Tarian Tradisional dari Jawa Tengah
Indonesia
Pagi Ini Gunung Ibu di Halmahera Alami 2 Kali Erupsi
Gunung Ibu teramati menghembuskan abu lebih kurang setinggi 500 meter sebanyak dua kali ke udara dari puncak kawah gunung api itu, Rabu (10/7) pagi ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juli 2024
Pagi Ini Gunung Ibu di Halmahera Alami 2 Kali Erupsi
Bagikan