MerahPutih.com - Debat publik putaran pertama Pilkada Tangerang Selatan, menjadi ajang adu gagasan soal pembangunan kawasan tersebut di masa depan.
Calon Wali Kota nomor urut satu, Muhamad menilai, Tangsel membutuhkan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan untuk masyarakat.
Baca Juga
Debat Cawalkot Tangsel, Tiga Kandidat Beberkan Program Atasi Kesenjangan Sosial
"Betapa sulit membangun sekolah, betapa sulit kita membangun rumah sakit dan Puskesmas," ucap Muhamad dalam debat secara daring ini, Minggu (22/11).
Muhammad yang pernah menjabat sebagai Sekda ini ingin Tangsel punya Puskesmas di setiap kelurahan dan sekolah SMP Negeri. Hal itu menurutnya penting agar akses warga terhadap pendidikan dan kesehatan bisa lebih maksimal.
"Program saya, satu kelurahan satu Puskemas. Ini yang harus kita jawab juga, SMP juga setiap tahun masyarakat ribut," ungkapnya
Ia menceritakan bagaimana dirinya sampai demo dan dicaci-maki ibu-ibu karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri. Kata dia ini adalah persoalan yang harus dipecahkan
Muhammad juga menyoroti terkait persampahan yang menjadi permasalahan Tangsel klasik selama ini. Masalah persampahan jadi sesuatu yang diselesaikan.
"Kalau perlu kita jadikan ruang terbuka hijau, suapaya sampah bisa dialihkan ke teknologi lain yang ramah lingkungan dan pelayanan masyarakat juga masih kurang," ucapnya.
Baca Juga
Sementara itu, paslon Siti Nur Azizah-Ruhamaben menyoroti soal penanganan COVID-19 di Tangsel. Ia mengatakan, banyak orang mengatakan pemerintah gagal menangani masalah pandemi COVID-19 ini.
Itu bisa dilihat dari penanganan soal kesehatan, seperti rumah sakit di Tangerang Selatan grade nya turun dari C ke D. Azizah, ia beranggapan layanan kesehatan bagi masyarakat belum maksimal. Bahkan menurut Azizah, pengalihan anggaran untuk COVID-19 di Tanggerang Selatan belum maksimal.
"Apa yang disampaikan kita akan melihat secara de facto, bahwa layanan kesehatan yang dirasakan masyarakat masih belum maksimal dan kalau kita lihat anggaran dalam kenangan COVID-19. Saya lihat belum maksimal keberpihakannya," jelas Azizah.
Ucapan Azizah langsung ditanggapi calon nomor urut 3 Benyamin Davnie yang juga petahanan Wakil Wali kota. Menurut Benyamin, dia sebagai calon petahana sudah berupaya mengatasi pandemi COVID-19 di Tangsel secara maksimal.
"Selama COVID-19 kami sudah menangani, bahkan sudah mengalihkan anggaran lebih dari Rp 77 miliar APBD. Kami gelontorkan sejak awal tahun anggaran melalui berbagai dinas untuk menangani COVID-19 di Tangerang Selatan," kata Benyamin.
Kemudian terkait penurunan grade rumah sakit dari C ke D, pihaknya akan terus menambah rumah sakit lainnya sebagai infrastruktur kesehatan bagi masyarakat.
"Rumah sakit yang sedang dibangun oleh Pemerintah Tanggerang Selatan yang dibangun di Pondok Betung dan Pakulonan akan melengkapi rumah sakit yang ada di RSU Kota Tanggerang Selatan," papar dia.
Wakil Benyamin, Pilar Saga Ichsan juga turun memberikan tanggapan terkait keberadaan fasilitas kesehatan di Tanggerang Selatan. Saat ini Tanggerang Selatan memiliki rumah sakit tipe C. Menurut Pillar, ke depannya dengan adanya rumah sakit tipe C yang akan dibuat di Serpong Utara dan Pondok Aren.
"Mudah-mudahan akan menambah fasilitas kesehatan di Tangerang Selatan," kata Pilar yang juga keponakan Wali kota Airin Rachmy ini. (Knu)
Baca Juga
Ini Alasan 'Relawan Muda Melangkah' Dukung Muhamad-Saraswati di Pilkada Tangsel