Belajar dari Aceh 20 Tahun Silam, Ini Persiapan Siaga Ketika Terjadi Tsunami

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Desember 2024
Belajar dari Aceh 20 Tahun Silam, Ini Persiapan Siaga Ketika Terjadi Tsunami

Ilustrasi gelombang laut tinggi. (foto: Pexel/GEORGE DESIPRIS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tsunami merupakan bencana yang sangat mungkin terjadi di Indonesia. Seperti tsunami paling dahsyat yang pernah terjadi di Aceh 20 tahun silam.

Indonesia berisiko mengalami tsunami alasannya karena negara ini berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan persilangan lempeng bawah laut. Lantas bagaimana menghadapi risiko ini?

Tsunami alias semong adalah gelombang air besar diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, mulai dari aktivitas gempa bumi, longsor bawah laut, dan letusan gunung berapi.

Gangguan ini membentuk gelombang yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 kilometer /jam.

Baca juga:

Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Mengenal Early Warning System Indonesia (Ina-TEWS)

Menghadapi risiko hingga mitigasi tsunami ini mesti memahami banyak tanda-tanda tsunami:

1. Di awali dengan adanya gempa bumi

Waspada jika kamu tinggal dekat dengan pantai, sebab gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut picu terjadinya tsunami. Bukan hanya kawasan pesisir, gempa yang berada ribuan kilometer jauhnya pun berpotensi picu tsunami.

2. Suara-suara gemuruh

Biasanya datangnya gelombang tsunami diawali dengan suara gemuruh yang keras, mirip dengan suara kereta barang.

3. Perhatikan penurunan air laut

Penurunan air laut dengan cepat yang bukan merupakan waktu air laut surut, bukan hal wajar. Menjauhlah dari bibir pantai segera mencari tempat perlindungan atau dataran tinggi.

4. Selalu waspada pada gelombang pertama

Gelombang tsunami pertama tidak selalu yang paling berbahaya, namun keberapa pun gelombang itu datang pasti teyap berbahaya. Gelombang tsunami juga bisa menerjang melalui sungai-sungai yang terhubung ke laut.

Baca juga:

Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Tantangan Deteksi Gempa di Indonesia dengan Ina-TEWS

5 hal yang harus dipersiapkan jika terjadi darurat tsunami

Persiapan Sebelum Tsunami

1. Rencana Evakuasi Tentukan rute evakuasi terdekat dan titik kumpul keluarga.

2. Selalu siapkan kits darurat. Kits darurat ini berisikan air minum dan makanan ringan. Ada obat-obatan dasar, Senter atau lampu darurat, berisikan radio atau alat komunikasi, Uang tunai, serta Dokumen penting (KTP, SIM, paspor).

3. Pemahaman tanda-tanda tsunami seperti yang sudah dijelaskan di atas.

4. Memantau koneksi dan informasi, pastikan mengetahui Nomor darurat (112 atau 119), memantau aplikasi peringatan dini tsunami (misalnya, InaTEWS), Radio atau TV untuk mendapatkan informasi terkini.

5. Latihan dan pendidikan Lakukan latihan evakuasi secara berkala dan ikuti pelatihan kesadaran tsunami.

Baca juga:

Smong, Kearifan Lokal yang Selamatkan Banyak Nyawa saat Tsunami 2004

5 hal yang mesti dilakukan ketika terjadi Tsunami

1. Jangan panik, tetap tenang

2. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi atau bangunan tahan tsunami.

3. Jangan mencoba melihat tsunami dari dekat.

4. Jangan menggunakan kendaraan bermotor.

5. Patuhi instruksi dari pihak berwenang.

(Tka)

#Tsunami #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Bagikan