Begini Kata Ketua DPRD Soal Ahok Lebih Sukses Ketimbang Anies Atasi Banjir

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 19 Februari 2020
Begini Kata Ketua DPRD Soal Ahok Lebih Sukses Ketimbang Anies Atasi Banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau banjir di Jalan Rusun Pesakih Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). ANTARA/Devi Nindy/aa. (ANTARA/DEVI NINDY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil responden yang menilai Joko Widodo serta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok lebih unggul dalam menangani banjir saat menjadi gubernur ketimbang Anies Baswedan.

Menanggapi itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Prasetio mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus rutin turun ke lapangan agar melihat langsung permasalahan yang ada di Jakarta, jangan hanya di kantor.

Baca Juga:

PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi

Menurut Pras, panggilan akrab Prasetyo, Anies tidak boleh begitu saja percaya dengan laporan yang diterima dari anggotanya mengenai kondisi dan persoalan di ibu kota.

Pras menegaskan, keberhasilan kepemimpinan di era Ahok dan Jokowi karena keduanya turun ke lapangan dan memastikan bahwa banjir di DKI sudah pulih.

"Sekarang pemimpin Jakarta harus banyak di lapangan, jadi tahu masalahnya. Kalau di bangku kerja, masalahnya enggak tahu, Jangan selalu percaya dengan anak buah, harus cek dan ricek terus," kata Pras di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, selama ini Gubernur Anies hanya menerima laporan dari anak buahnya.

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi warga saat banjir di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi warga saat banjir di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras

Ia juga menduga, Anies sama sekali tidak banyak mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Pras pun mencontohkan, ada ketidaksinkronan antara Anies dengan jajarannya yang diakibatkan minimnya kroscek, salah satunya persoalan rekomendasi mobil balap Formula E yang dikirimkan kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) beberapa waktu lalu.

Dalam surat, Anies mengklaim dirinya telah mendapatkan rekomendasi izin dan persetujuan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Padahal, yang seharusnya mengeluarkan rekomendasi tersebut adalah Tim Sidang Pemugaran (TSP).

Pras menuturkan, Ketua TACB Mundardjito bahkan mengaku belum pernah mengeluarkan izin rekomendasi tersebut. Anehnya, sambung Pras, Pemprov DKI malah beralasan bahwa terjadi salah ketik dalam suratnya.

Baca Juga:

PKS Bela Anies yang Dinilai Tak Becus Tangani Kemacetan di Jakarta

"Jadi anak buah ini harus dibuat check and recheck semua enggak bisa dilepas begitu saja. Kayak masalah banjir kita beli alat di pemerintahan sebelumnya segitu banyaknya alat, tapi kenyataan yang ada kenapa banjir bisa seperti itu," tuturnya.

Pras mengatakan, Gubernur Anies tidak boleh abai dan tidak melakukan kroscek ke lapangan terutama dalam menangani permasalahan banjir.

"Kalau begini terus hujan lokal aja pasti bakal banjir," tutupnya.

Seperti diketahui, lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei yang dilakukan pada 9-15 Januari.

Hasilnya hanya 4,1 persen responden yang menyebut masalah banjir berhasil ditangani Anies. Jumlah tersebut jauh lebih rendah ketimbang Jokowi dengan 25 persen dan Ahok 42 persen. (Asp)

Baca Juga:

Anies Disindir Sedang Berkhayal Jadi Presiden di Atas Toilet

#Anies Baswedan #Basuki Tjahaja Purnama #Banjir Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Air Kirim Dari Ciliwung Rendam Kawasan Kebon Pala Jakarta Sampai 130 Cm
Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara.
Alwan Ridha Ramdani - 23 menit lalu
Air Kirim Dari Ciliwung Rendam Kawasan Kebon Pala Jakarta Sampai 130 Cm
Indonesia
Modifikasi Cuaca Jakarta Jumat Pagi, Kalsium Oksida Ditebar Sasar Langit Bogor
BPBD DKI Jakarta lakukan Operasi Modifikasi Cuaca dengan 800 kg Kalsium Oksida di langit Bogor untuk antisipasi hujan lebat dan banjir.
Wisnu Cipto - 34 menit lalu
Modifikasi Cuaca Jakarta Jumat Pagi, Kalsium Oksida Ditebar Sasar Langit Bogor
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Sebagai upaya menekan kemacetan di Jakarta, Pramono pun mengerahkan seluruh jajarannya untuk bersama-sama menangani hal itu.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 13 menit lalu
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Indonesia
WFH Banjir Jakarta Tak Berlaku untuk Sektor Layanan 24 Jam, Pakai Sistem Shif
Pemprov Jakarta memberlakukan penyesuaian sistem kerja bagi sektor operasional 24 jam seperti kesehatan, transportasi, logistik, energi, dan utilitas dasar.
Wisnu Cipto - 1 jam, 53 menit lalu
WFH Banjir Jakarta Tak Berlaku untuk Sektor Layanan 24 Jam, Pakai Sistem Shif
Indonesia
Pengemudi Sigra Tewas Saat Terjebak Macet Banjir Jakbar, Polisi Temukan Inhaler dalam Mobil
Obat seperti minyak angin, instro, dan inhaler asma ditemukan di dalam mobil korban.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Pengemudi Sigra Tewas Saat Terjebak Macet Banjir Jakbar, Polisi Temukan Inhaler dalam Mobil
Indonesia
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Menegaskan kehadiran negara dalam menjaga keselamatan masyarakat serta menjamin pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Indonesia
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB, ada 125 RT dan 14 ruas jalan Jakarta kebanjiran.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Hujan Sangat Lebat Ancam Jakarta, 536 Pompa Bergerak Disiaga Pemerintah
Saat ini terdapat 668 unit pompa permanen di 243 lokasi dan 536 unit pompa bergerak di lima wilayah administrasi Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Hujan Sangat Lebat Ancam Jakarta, 536 Pompa Bergerak Disiaga Pemerintah
Indonesia
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Siswa Belajar dari Rumah Hingga 28 Januari
Dinas Pendidikan DKI Jakarta keluarkan Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat cuaca ekstrem. Berlaku hingga 28 Januari 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Siswa Belajar dari Rumah Hingga 28 Januari
Indonesia
Jakarta Dikepung Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Sejumlah Rute
Banjir melanda Jakarta dan merendam puluhan ruas jalan. Transjakarta melakukan perpendekan dan pengalihan rute demi keselamatan penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Jakarta Dikepung Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Sejumlah Rute
Bagikan