Keren, Ternyata Ini Rahasia TNI Luluhkan Hati Mahasiswa saat Demo DPR

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 25 September 2019
Keren, Ternyata Ini Rahasia TNI Luluhkan Hati Mahasiswa saat Demo DPR

Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana saat berdialog dengan mahasiswa. Foto: Humas Dandim

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ratusan mahasiswa yang bertindak anarkis saat kericuhan di seputar DPR/MPR berhasil dipukul mundur. Salah satunya berkat peran aparat TNI yang saat itu turun langsung menemui massa.

Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan dirinya mengutamakan pendekatan dialog dan humanis kepada para mahasiswa yang saat itu tengah dalam suasana panas.

Baca Juga

Kapolda Metro: Mahasiswa Ingin Kuasai DPR

"Kami ini menyelematkan mereka dan masyarakat. Kalau mereka bertahan terus nanti yang berjalan proses hukum. Termasuk mereka bisa terganggu," kata Wahyu saat berbincang dengan Merahputih.com di Jakarta, Rabu (25/9).

Mahasiswa Demo DPR
Aparat TNI membagikan air minum kepada mahasiswa yang sedang demo di depan Gedung MPR/DPR. Foto: Humas Dandim

Wahyu melanjutkan, para mahasiswa sempat ngeyel dan kekeuh ingin bertahan sembari bertemu anggota Dewan menyampaikan aspirasi mereka.

"Mereka sempet ngeyel dan ingin ketemu. Saya minta mereka untuk pulang karena jam sudah malam. Di sini saya ingin selamatkan masyarakat dan mahasiswa sendiri karena tugas saya menjaga keamanan dan ketertiban," imbuh Wahyu.

Bahkan, Wahyu sempat meminta para mahasiswa untuk menghargai kerja petugas yang berusaha menjaga keamanan ketertiban.

Baca Juga

Polisi Ciduk 94 Orang saat Demo Mahasiswa di DPR

"Saya bilang mereka harus menghargai kami dan marinir. Mereka harus pulang. Mahasiswa harus bisa dipercaya oleh masyarakat. Kalau tak puas silahkan buat surat dan audiensi," imbuh Wahyu.

Menurut Wahyu, mahasiswa mau menurut karena mereka sadar aksi mereka mengganggu ketertiban umum.

"Saya berikan apresiasi karena niat mereka baik. Saya sampaikan bahwa mereka niatnya baik. Kalau niatnya baik silahkan sampaikan dengan cara yang intelektual dan berkualitas. Karena mereka demo kan janjinya hanya 23 dan 24 September saja," jelas Wahyu.

Wahyu sempat membawa pasukan BKO dari Korps Marinir menuju fly over Ladogi untuk menemui mahasiswa dan mengajak mereka untuk tenang.

"Situasi memang memanas di tengah-tengah massa namun kami tetap berusaha untuk bernegosiasi, mendengar dan meredam gejolak emosi jiwa-jiwa muda ini," lanjut Wahyu.

Baca Juga

Polisi Sebut Pelaku Kerusuhan dari Luar Jakarta

Wahyu meyakinkan TNI dan Polri bukan musuh rekan mahasiswa, keberadaan aparat disini untuk mengamankan aksi dari pihak yang ingin memprovokasi, selama ini aksi unras berjalan dengan baik jadi jangan sampai ternoda karena ulah oknum yang mengatasnamakan mahasiswa. Pelan namun pasti ketegangan massa mahasiswa kemudian mencair, lewat dini hari massa kembali ke rumah masing-masing.

"Saya bersyukur tidak ada korban jiwa pada aksi ini, pembelajaran bagi kita semua bahwa mediasi atau komunikasi akan mencairkan suasana, terimakasih kepada masyarakat dan kalangan mahasiswa yang masih mendengar dan mau berkomunikasi dengan kami aparat TNI Polri sehingga situasi kembali kondusif," tutur Wahyu Dandim.

Berdasarkan pantauan MerahPutih.com di lokasi demo pada Selasa (24/9), apa yang dilakukan personel TNI AD dan Marinir patut diacungi jempol. Mereka sama sekali tidak terpancing menghadapi mahasiswa yang beringas.

Tetap tegas namun kalem. Sama sekali tak ada pukulan atau tembakan dari pasukan ini. Mereka hanya bertahan sembari terus meminta mahasiswa tenang.

Bahkan, pasukan TNI memberi mahasiswa yang mulai kecapekan dan kehausan air mineral. “Terima kasih bapak TNI,” seru mahasiswa kepada Marinir dan TNI AD.

Jurus kalem TNI itu pun berhasil. Massa berangsur tenang. Bahkan, tak lama kemudian, mahasiswa bercengkrama dengan ratusan pasukan berpakaian loreng itu. Permintaan TNI agar para mahasiswa membubarkan diri akhirnya dituruti.

Wahyu mengatakan, sampai saat ini masih ada 300 personel TNI yang ditempatkan di Gedung DPR/MPR. Mereka dipersiapkan untuk membantu Polri.

Aparat TNI sedang berjaga saat aksi demo mahasiswa di depan Gedung MPR/DPR, Selasa (24/9). Foto: Humas Dandim

"Situasi sudah kondusif. Masyarakat silahkan beraktifitas seperti biasa," jelas Wahyu.

Baca Juga

Kondisi 90 Mahasiswa Korban Kericuhan yang Dilarikan ke RSPP

Seperti diketahui, gelombang aksi mahasiswa turun jalan mahasiswa berlanjut pada Selasa kemarin, 24 September 2019 setelah sebelumnya mereka juga melakukam aksi pada Senin 23 September 2019. Aksi bukan hanya dilakukan di daerah, tapi juga di Ibu Kota. Di Ibu Kota aksi mahasiswa digelar di depan Gedung DPR/MPR.

Akibat aksi ini, Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Tomang sempat ditutup. Namun pada malam harinya aksi berubah jadi keributan. Sejumlah fasilitas negara dirusak dan dibakar. Semisal ada Pos Lantas Slipi, Pos Lantas depan Kemenpora dan Pos Polisi Pal Merah. Ada juga bus dan jeep milik TNI yang dibakar. (Knu)

#TNI #Demo Mahasiswa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Pesta meriah dan parade alutsista HUT ke-81 TNI di Monas resmi dibatalkan demi fokus penanganan bencana alam di Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Indonesia
Daftar Perubahan Rute Transjakarta Imbas TNI Run Monas Besok, Berlaku Mulai 05.00 WIB!
PT Transportasi Jakarta merubah dan menyesuaikan rute bus pada Minggu 20 September akibat event TNI Run di kawasan Monas-Bundaran HI. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Daftar Perubahan Rute Transjakarta Imbas TNI Run Monas Besok, Berlaku Mulai 05.00 WIB!
Bagikan