Begini Cara Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Ledakan Bom

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 15 Mei 2018
Begini Cara Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Ledakan Bom

Ilustrasi bom. Foto: Pixabay/Lucma

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ledakan bom yang terjadi di wilayah Surabaya, Jawa Timur, sejak Minggu (13/5) sampai Senin (14/5), sempat membuat suasana di kota Pahlawan mencekam.

Serangan bom bunuh diri itu dilakukan ketika jemaat baru masuk di halaman gereja. Sontak, peristiwa ini banyak memakan korban jiwa termasuk anak-anak.

Yang dilakukan teroris dalam melakukan aksi bom bunuh diri tergolong cepat dan kerap tak terduga. Hal itu membuat banyak orang bingung akan melakukan apa karena terjebak dalam situasi mencekam.

Seperti diungkapkan Banser DKI, ada beberapa cara untuk penyelamatan diri ketika menghadapi serangan teror seperti yang terjadi di Surabaya.

AKBP Rony menyelamatkan anak terduga pelaku bom di Polrestabes Surabaya. Foto: Youtube

Perlu diketahui bahwa karakteristik ledakan secara umum berupa pecahan kaca, paku, dan lain-lain. Dengan banyaknya pecahan yang terdapat di dalam bom, maka jarak 0-50 meter bisa menyebabkan kematian bagi yang terkena ledakan bom.

Kedua, jarak 50-100 meter ledakan bom bisa melukai korban baik ringan ataupun berat. Kemudian yang ketiga, kecepatam pecahan ledakan kurang lebih 850 km/jam dan sudut pecahan berada dari titik ledak yang mengarah ke atas kurang lebih membentuk sudut pecahan 90 derajat.

Sementara itu, tekanan ledakan 90 persen mengarah ke atas dengan membentuk penyebaran sudut elevasi 90 derajat, sedangkan 10 persen tekanan ledakan ke bawah.

Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa apabila mendengar suara ledakan keras mustahil kita menghindar dengan cara berlari karena kecepatan ledakan sangat tinggi.

lustrasi Bom Rakitan (foto: Shutterstock)

Kesimpulan kedua, mempertimbangkan sudut ledakan berkisar 90 derajat. Salah satu cara yang terbaik saat mendengar suara ledakan adalah dengan cata refleks dan segera secepatnya ambil sikap tiarap.

Mengapa hal itu harus dilakukan, karena ketika ledakan bom terjadi, kita sulit menghindar dan ini merupakan ilmu prosedur standard yang senantiasa diajarkqn oleh TNI dalam melaksanakan latihan.

Setelah kita tiarap segera Perkiraan Keadaan Taktik (PKT) atau Perkiraan Keadaan Medan (PKM) untuk mengambil langkah berikutnya. (*)

#Teror Bom
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, mengaku kesal kepada sekolah soal seragam anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Terkuak Motif Teror Bom SDN 15 Jagakarsa, Tersangka Tersinggung Sama Sekolah
Indonesia
Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, diketahui terlilit utang pinjol, koperasi, hingga rentenir.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
 Terungkap, Tersangka Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Sebelumnya Sering Didatangi Penagih Pinjol
Indonesia
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
MY (34), tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, ternyata pernah iseng kirim pesan ancaman serupa ke ketua RT. Kini ia dijerat Pasal 601 KUHP dengan ancaman hukuman hingga seumur hidup.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Teror Bom SDN Jagakarsa Bukan Keisengan Pertama MY, Pernah Kirim Pesan Serupa ke Pak RT
Indonesia
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Polresta Padang memeriksa pelajar 17 tahun terduga perakit bom rakitan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orangtua
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan Bom MAN 3 Padang, Pelajar Terduga Pelaku Terinspirasi Kasus SMAN 72 Jakarta
Ledakan bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 mengamankan pelajar 17 tahun yang mengaku terinspirasi kasus SMA Negeri 72 Jakarta 2025. Tidak ada korban jiwa.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan Bom MAN 3 Padang, Pelajar Terduga Pelaku Terinspirasi Kasus SMAN 72 Jakarta
Indonesia
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Terancam 20 Tahun Penjara
Tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi terancam 20 tahun penjara. Pelaku mengaku, motifnya hanya iseng.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Polisi Tetapkan Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Terancam 20 Tahun Penjara
Indonesia
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Polisi menetapkan MY (34) sebagai tersangka kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY dijerat Pasal 601 KUHP
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Indonesia
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas belajar di SDN Srengseng Sawah 15 kembali normal setelah ancaman bom dipastikan tidak terbukti.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Setelah Ancaman Bom, Sekolah Kembali Normal
Indonesia
Bilang Motifnya Iseng, Pelaku Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Akan Dites Kejiwaan
Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap MY (34), pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, yang mengaku motifnya cuma iseng.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Bilang Motifnya Iseng, Pelaku Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Akan Dites Kejiwaan
Bagikan